BETANEWS.ID, PATI – Ribuan kepala keluarga (KK) di 17 desa di Pati terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Belasan desa itu tersebar di lim akecamatan, yaitu Pucakwangi, Jakenan, Jaken, Kayen, dan Winong.
“Kurang lebih ada sekitar 17 desa dengan jumlah 2.817 KK yang terdampak. Sedangkan untuk kecamatannya berada di Jaken, Jakenan, Winong, Kayen dan Pucakwangi, ” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pati, Sutarno, saat dropping air bersih di Desa Pasuruan, Kecamatan Kayen, Senin (14/8/2023).
Baca juga: Musim Kemarau, Warga di Pati Mulai Ajukan Permintaan Dropping Air Bersih
Terkait dengan kondisi itu, menurutnya, permintaan dropping air juga sudah banyak ke instansinya. Sehingga, BPBD Pati terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih kepada warga.
Menurutnya, ada dua sampai empat tangki air bersih yang dikirim ke wilayah terdampak kekeringan setiap hari harinya. Jika ditotal, dalam tiga pekan terakhir ini, BPBD sudah mendistribusikan 40 tangki air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.
“Sehari bisa juga 4 kali, minimal dua tangki sampai 4 tangki. Sampai dengan pagi tadi kami sudah melakukan dropping air bersih sebanyak 40 tangki,” ungkapnya.
Baca juga: Krisis Air Bersih Landa Desa Ronggo Pati, Dropping Air Mulai Berdatangan
Sutarno melanjutkan, jika kekeringan semakin meluas di Pati, maka status tanggap darurat bakal diberlakukan. Saat ini, kata dia, Pemkab Pati masih memberlakukan siaga darurat.
“Kalau kondisi seperti dan kita lakukan evaluasi, dampaknya lebih banyak daripada sekarang, otomatis kita akan menginjak dari siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

