BETANEWS.ID, KUDUS – Jumlah siswa SD Negeri di Kudus tiap tahun selalu berkurang. Di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023 ada puluhan SD Negeri di Kudus yang mendapatkan siswa kurang dari 10 siswa. Bahkan ada satu SD di Kecamatan Dawe yang hanya mendapatkan satu siswa saja.
Minimnya siswa SD Negeri di Kudus disinyalir satu di antara penyebabnya adalah angka kelahiran hidup yang minim dan orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolahan swasta.
Baca Juga: Okupansi Hotel Kudus Selama Gelaran Porprov Jateng Meningkat Drastis
Untuk menjawabnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus membeberkan data angka kelahiran hidup di Kudus selama lima tahun terakhir sebagai gambaran.
Kasub koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kudus, Muslimah mengatakan, angka kelahiran hidup di Kudus selama lima tahun terakhir trennya memang mengalami penurunan. Pada tahun 2018 angka kelahiran hidupnya ada 15.157. di tahun 2019 ada 15.088, di tahun 2020 ada 14.768, di tahun 2021 ada 13.911, kemudian di tahun 2022 ada 13.600.
“Meski trennya turun, angka kelahiran hidup di tahun 2023 di Kabupaten Kudus masih cukup tinggi. Dengan jumlah penduduk sekitar 860 ribu dan angka kelahiran hidup sebanyak 13.600 itu masih di atas 2 persen,” ujar Muslimah kepada Betanews.id di ruang kerjanya, Selasa (8/8/2023).
Artinya, lanjut Muslimah, setiap keluarga di Kudus rata-rata masih memiliki anak lebih dari tiga. Tapi, memang belum merata, karena kadang ada keluarga yang belum punya anak.
“Ada juga yang penundaanya lama. Tapi rata-rata masih di angka tiga. Inilah yang belum merata dari sisi kesehatan,” bebernya.
Baca Juga: Demi Bisa Temukan Kucing Kesayangan, Mawar Hartopo Minta Tolong Orang Indigo
Lebih lanjut Muslimah menuturkan, angka kelahiran hidup memang turun tapi dari sisi kesehatan dan keselamatan ibu meningkat. Target keselamatan ibu hamil dengan resiko di tahun 2022 adalah 20 persen.
“Namun, di Kabupaten Kudus keselamatan ibu hamil dengan resiko itu 30 persen. Berarti tingkat keselamatan ibu meningkat,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

