Rp 600 Juta APBD Terbuang Sia-sia, DPRD Minta Evaluasi Pembelanjaan Obat di Kabupaten Demak

BETANEWS.ID, DEMAK – Rp 600 juta yang berasal dari APBD Demak tahun 2022 terbuang sia-sia. Disebut sia-sia karena dana ratusan juta tersebut digunakan untuk pembelanjaan obat yang ternyata kadaluwarsa.

Karenanya, Ketua DPRD Demak Sri Fahrudin Bisri Slamet, meminta kepada pemerintah kabupaten (pemkab) Demak untuk mengevaluasi perihal pembelajaan obat.

Baca Juga: Pemkab Demak Santuni 4.500 Yatim Piatu dan Bangun Musala di Tiga Sekolah

-Advertisement-

Hal itu disampaikannya usai menghadiri rapat paripurna ke-16 masa sidang kedua tahun 2023, mengenai persetujuan bersama Bupati Demak dan DPRD Demak, terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Demak tahun 2022.

Dia menyoroti adanya obat kadaluwarsa senilai Rp 600 juta yang dinilai janggal. Ia kemudian meminta pemkab Demak untuk mengecek kembali mengenai permasalahan itu.

“Itu kita kritisi mengenai persediaan belanja obat tahun 2022 sekitar Rp 16 Miliar. Sehingga perlu itu pengawasan sehingga tahun 2023 persediaan bisa diminimalisasi, “katanya di ruang Rapurna DPRD Demak, Kamis (27/7/2023).

Menurut Slamet, pemkab Demak harus lebih selektif lagi dalam memilih obat. Sehingga tidak menimbulkan pemborosan uang belanja obat.

“Kemarin saya tanya ada obat apa saja yang bisa diretur. Sehingga obat yang belum expired bisa dikembalikan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, penggunaan obat juga diharapakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Agar ketersediaan efesiensi dan tidak banyak mubazir.

“Bukan dikurangi, tapi menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan, cuman terkait persediaan ini mestinya harus jadi perhatian sehingga tidak terlalu besar,” lanjut Slamet.

Baca Juga: Nasib Anak Tiga Desa di Demak Melawan Perubahan Iklim

Sementara itu, Kabag Ekonomi dan SDA Setda Demak, Arief Sudaryanto, saat dimintai keterangan mengaku akan mengevaluasi mengenai pembelanjaan obat yang disoroti fraksi-fraksi dalam rapat paripurna.

“Tapi memang tadi sudah disarankan kepada ketua dewan untuk dihitung lagi mengenai persediaan. Kami akan menghitung ulang sehingga tidak terjadi pemborosan,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER