BETANEWS.ID, KUDUS –Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus kembali menggelar kegiatan seminar hasil kajian koleksi Museum Kretek, di Hotel @Hom Kudus, Rabu (26/7/2023). Terdapat ratusan koleksi hasil kajian tersebut yang saat ini diseminarkan untuk umum.
Kepala Dinas Disbudpar Kabupaten Kudus, Mutrikah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan koleksi secara terpadu. Sehingga diharapkan seminar hasil kajian ini bisa memberikan manfaat.
Baca Juga: Ketua DPRD Kudus Blak-Blakan Bilang Begini Soal Kinerja Hartopo
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut, memang koleksi yang sudah diberikan beberapa perusahaan rokok ke kita. Harapan kita koleksi ini semakin banyak diketahui sejarahnya, kemudian juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum, baik untuk wisata edukasi maupun untuk penelitian-penelitian,” katanya, Rabu (26/7/2023).
Seminar itu dihadiri sebanyak 170 peserta yang terdiri dari beberapa keluarga perusahaan rokok yang ada di Kudus, instansi pemerintahan, PPRK, budayawan, hingga masyarakat umum. Untuk peserta umum diambil dari pengumuman melalui media sosial.
“Saat ini yang kita seminarkan ini, barang dari hibahan beberapa perusahaan rokok. Di antaranya meliputi PT Djarum, Kretek Tjap Djangkar, Kretek Tjap Saboek, dan PT Sukun,” ungkapnya.
Ia menuturkan, ada sebanyak 104 koleksi berupa alat promosi, bungkus kretek, alat pres kretek, hingga foto. Koleksi yang dikaji pada tanggal 23 Juni hingga 27 Juni 2023 itu, 10 koleksi dari PT Djarum, 67 koleksi dari Kretek Tjap Djangkar, 21 koleksi dari Kretek Tjap Saboek, dan enam koleksi dari PT Sukun Wartono Indonesia.
Sementara Bupati Kudus, HM Hartopo mengatakan dalam sambutannya, Museum Kretek merupakan kebanggaan dan ikon Kabupaten Kudus, yang mana museum itu menjadi museum satu-satunya yang ada di dunia.
Ia pun menyampaikan, rasa terimakasihnya kepada semua perusahaan rokok yang ada di Kudus, karena sudah ikut andil dan berkontribusi dalam mengisi koleksi-koleksi di Museum Kretek.
“Kajian yang telah dilakukan untuk memastikan kebenaran koleksi dari catatan sejarahnya. Kemudian Diseminarkan untuk bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas dan supaya bisa secepatnya di tampilkan untuk pemahaman wisatawan,” jelasnya.
Baca Juga: Tanggulangi Bencana, Kudus Galakkan Kampung Iklim
Hartopo berharap, Museum Kretek bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang diminati. Sehingga hal itu bisa meningkatkan perekonomian, khususnya di Kabupaten Kudus.
“Sehingga ini sangat membantu sekali dalam pendapatan asli daerah, untuk peningkatan ekonomi kita,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

