Tanggulangi Bencana, Kudus Galakkan Kampung Iklim

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) saat ini tengah menggalakan program kampung iklim (proklim) di seluruh desa di Kabupaten Kudus. Hal itu bertujuan untuk menangulangi bencana akibat perubahan iklim yang saat ini sangat terasa begitu nyata.

Pegiat lingkungan hidup proklim, Dinas PKPLH, Nunung Prihatin Ningtias mengatakan, pihaknya saat ini melakukan kegiatan pembinaan dan sosialisasi terkait proklim, yang memanfaatan perkarangan dengan tanaman untuk mengurangi emisi gas. Kegiatan itu dilakukan di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Baca Juga: Buka Orientasi PPPK, Hartopo: ‘Tanamkan 4 Sehat 5 Sempurna Sebagai Pedoman Abdi Negara’

-Advertisement-

“Acara hari ini Dinas PKPLH dalam rangka pembinaan dan sosialisasi terkait dengan program kampung iklim. Sekarang ini kita ketahui, dampak perubahan iklim saat ini semakin nyata,” beber Nunung di rumah warga Desa Gondangmanis, warga yang sudah terdaftar sebagai anggota proklim, Selasa (25/7/2023).

Dengan perubahan iklim yang berdampak pada lingkungan sangat ini, pihaknya mewajibkan kepada masyarakat Kudus untuk bergerak dengan cara mitigasi. Menurutnya, saat ini pihaknya sedang fokus pada Kecamatan Gebog dan Bae untuk mitigasi perubahan iklim tersebut.

“Jadi ini ada warga yang mempunyai lahan yang dimanfaatkan untuk pertanian organik. Malah saya lihat ini ada budidaya tanaman padinya. Jadi kita mengarah pada organik. Ini salah satu bentuk kecil dari kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dilakukan oleh masyarakat,” tuturnya.

Nunung menjelaskan, seluruh daerah di Kabupaten Kudus nantinya diharapkan untuk menjadi desa rintisan kampung iklim, karena hal itu bisa bermanfaat bagi masyarakat umum dan bumi yang telah dihuni.

“Jadi kami tidak hanya fokus di Kecamatan Gebog dan Bae, tapi seluruh desa di Kabupaten Kudus. Untuk tahun 2023 ini sudah ada 38 lokasi kampung iklim di Kudus dan harapannya seluruh desa dan kelurahan ini wajib minimal mempunyai satu rintisan kampung iklim. Karena ini manfaat untuk kita semua, untuk lingkungan, bumi yang kita tempati agar tetap lestari,” jelasnya.

Pegiat lingkungan proklim Desa Gondangmanis, Ahmad Munaji menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan untuk memotivasi semua desa, terutama kepada pegiat lingkungan di Kecamatan Gebog dan Bae yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Munaji menuturkan, dengan adanya proklim itu dinilai bisa sedikit mensejahterakan masyarakat dengan penamaan tanaman yang memanfaatkan perkarangan rumah, pengelolaan sampah, mengurangi penggunaan listrik dan lain sebagainya. Hal itu bisa mencegah perubahan iklim yang terjadi saat ini.

“Prediksi tahun ini menurut BMKG, adalah tahun dengan musim El Nino, sekaligus bisa mengakibatkan banjir. Maka dari itu, silahkan masing-masing desa untuk membuat program kampung iklim.

Pihaknya mengaku, Desa Gondangmanis saat ini sudah ada dua lokasi yang membentuk proklim. Di aantaranya di RW 7 Muria Indah dan Dukuh Kayuapu kulon. Munaji berharap, tahun ini Desa Gondangmanis bisa proklim semua.

“Masih ada empat dusun lagi yang nanti insyaallah tahun ini bisa proklim. Mudah-mudahan Desa Gondangmanis ini bisa lestari,” ungkapnya.

Baca Juga: Melihat Persiapan Peralatan Masak Nasi Jangkrik untuk Buka Luwur Sunan Kudus

Sementara warga yang mendapat kunjungan, Salamun mengaku senang dengan antusiame peserta yang kurang lebih ada 40 orang tersebut. Dalam kesempatan itu, Salamun membagikan bagaimana cara penanaman tanaman holtikultura dan cara pemupukan yang baik dan benar.

“Antusiasme peserta luar biasa karena memang saya selalu menggalakan bahwa nanti disetiap rumah harus ada taman holtikultura. Tujuannya untuk memberikan efek ekonomis yang sangat luar biasa untuk keluarga,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER