BETANEWS.ID, KUDUS – Sumber air yang dinamai Umbul berada di Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, diklaim memiliki kualitas air terbaik se-Kabupaten Kudus.
Direktur BUMDes Makmur, Agus Purwanto (52) mengatakan, Desa Jetiskapuan yang berada di daerah cekungan itu membuat air dari pengunungan Muria mengalir hingga ke daerahnya. Dengan jarak sekitar 25 kilometer dari pegunungan Muria, tentu saja membutuhkan waktu yang lama. Sehingga proses penyaringan alami hingga Desa Jetiskapuan membuat kualitas air menjadi lebih bagus.
Baca Juga: Rahtawu, Desa Dengan Jumlah Petilasan Paling Banyak di Kudus
“Jadi menurut ahli geologi air yang kita ambil hari ini merupakan perjalanan 30 tahun yang lalu dari pegunungan Muria. Makanya kualitas air yang berada di sini bagus se-Kabupaten Kudus,” katanya.
Ia menyampaikan, jika air di tempat itu bisa langsung diminum, tanpa harus dimasak terlebih dahulu. Hal itu kemudian dimanfaatkan oleh warga masyarakat khususnya warga di Kecamatan Undaan untuk mengambil air bersih di sana. Mengingat saat musim kemarau di kecamatan tersebut sulit untuk mencari air bersih.
“Bahkan menurut ahli geologi, air di sini bisa langsung diminum dan kualitasnya sama dengan air isi ulang atau kemasan pabrik besar. Namun secara legalitas kami memang belum memintanya,” ungkapnya.
Lebih lanjut Agus menerangkan, sejarah adanya sumber air itu bermula saat warga Desa Jetiskapuan tak banyak yang memiliki sumur. Hanya orang tertentu saja yang bisa membuat sumur pada waktu itu.
Melihat banyak warga yang membutuhkan air bersih, Pemerintah Desa (Pemdes) Jetiskapuan kemudian membuat sumur yang diperuntukan untuk warganya. Menurutnya, sumber air itu sudah ada sejak 1960-an atau saat ini sudah beroperasi selama kurang lebih 63 tahun, untuk menghidupi warga.
“Sebelum dilakukan pengeboran sumur, pada pendahulu itu berdoa dan mencari sumber air yang paling bagus, alhamdulilah ketemunya ya di sini. Katanya dulu air di sini saat dilakukan pengeboran itu sumbernya sampai mumbul sendiri dan memang sumbernya banyak. Nah kemudian kita namakan sumber air ini sumber air Umbul,” tuturnya.
Hingga saat ini, sumber mata air itu tidak hanya dimanfaatkan oleh warga masyarakat Desa Jetiskapuan saja. Melainkan dimanfaatkan juga oleh warga Kecamatan Undaan dan sekitarnya. Bahkan menurut Agus, warga Karanganyar, Demak pun juga sering mengambil air di tempat tersebut.
Baca Juga: Wedhangan, Servis Excellent RSUD Kudus
Ia menjelaskan, karena saat ini pengelolaan sumber air Umbul telah dikelola oleh BUMDes Makmur, bagi warga yang mengambil air di sana diharuskan membayar per jerigen 30 liter itu Rp500. Itu berlaku untuk semua warga yang mengambil air di sana.
“Kebanyakan yang mengambil di sini itu untuk dijual lagi kepada masyarakat di sekitarnya. Harganya kalau saya tanyakan itu per jerigennya Rp 4 ribu kalau dijual,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

