Seribu Lebih Warga Muhammadiyah Salat Iduladha di Stadion Wergu Wetan Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Warga Muhammadiyah Kabupaten Kudus melaksanakan Salat IdulAdha 1444 Hijiriyah pada hari ini, Rabu (28/6/2023). Ada 35 lokasi yang dijadikan tempat untuk Salat Id, satu di antaranya adalah Stadion Wergu wetan Kudus.

Kurang lebih seribu jemaah berbondong-bondong memasuki stadion kebanggaan warga Kudus tersebut dengan diiringi suara takbir. Setelah Salat Idul Adha selesai, Imam sekaligus Khatib yakni Firman Budi Satria memberikan khotbah. Ketika Khutbah selesai, para jamaah pun kemudian meninggalkan stadion.

Firman mengatakan, dalam khutbah Iduladha tahun ini yang ditekankan adalah agar umat meneladani Nabi Ibrahim yang selalu menggunakan akal sehatnya dan kecintaannya kepada Allah. Menurutnya, dengan akal sehat Nabi Ibrahim bisa menyelesaikan problem dalam hal ketauhidan pada masa itu.

-Advertisement-

Baca juga: Sapi Kurban Presiden Jokowi di Masjid Sheikh Zayed Ini Diklaim Terberat di Solo

“Yakni bisa menemukan sosok Tuhan yang sifatnya abstrak yang tak terlihat oleh panca indera kita. Itu kan luar biasa kekuatan akal sehat. Berarti akal akan lebih mudah menemukan solusi-solusi berbagai persoalan yang sifatnya tampak atau tercapai oleh indera kita,” ujar Firman kepada Betanews.id usai Salat Ied, Rabu (28/6/2023).

Kemudian keteladanan Nabi Ibrahim lainya yang ditekankan dalam khotbah Firman, terkait ketabahan dan keiklasan di dalam menerima ujian dari Allah. Yaitu ketika Nabi Ibrahim diuji mendapatkan perintah untuk menyembelih anaknya yakni Nabi Ismail kecil. Padahal kehadiran Ismail sudah dinantikan Ibrahim puluhan tahun lamanya.

“Beliau ini diuji, apakah lebih cinta Allah atau cinta kepada Ismail anaknya. Namun, Ibrahim menunjukan lebih cinta Allah dengan rela mengorbankan segala apapun yang dimiliki, termasuk Ismail anaknya. Hingga kemudian Ismail diganti oleh Allah dengan kambing sebagai korban,” jelasnya.

Terkait penggunaan akal sehat, lanjut Firman, ada kaitannya dengan kondisi saat ini yang dihadapai oleh masyarakat Indonesia, di mana banyak sekali informasi-informasi hoaks berseliweran di media sosial, sehingga sangat penting menggunakan akal sehat untuk menyaring informasi yang ada.

Baca juga: Penjualan Kerbau untuk Kurban di Kudus Lesu

“Orang tanpa menggunakan akal, tidak akan mungkin bisa menyerap informasi itu benar atau salah. Jadi maka fungsi dari akal ini di antaranya adalah untuk memberikan filter terhadap berbagai informasi yang ada di hadapan kita,” ungkapnya.

Tak lupa mendekati Pemilu 2024, ia pun berpesan kepada para umat Islam khususnya warga Muhammadiyah Kudus untuk selalu menggunakan akal. Sebab biasanya, di Pemilu itu tak jarang terjadi kampanye hitam, fitnah, dan sebagainya.

“Oleh sebab itu kita sebagai umat Islam, umatnya Nabi Muhammad termasuk umatnya Ibrahim harus menggunakan akal dalam memilih pemimpin yang betul-betul menggunakan akalnya juga, dalam menyelesaikan problem bangsa kita. Bukan calon pemimpin yang sekedar pencitraan saja,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER