Jelang Kurban, Pembuat Arang Kudus Kuwalahan

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Hari Raya Kurban, pembuat arang di Kabupaten Kudus kuwalahan memenuhi permintaan pasar.

Salah satu pembuat arang, Mohammad Calvin Alvianto (23) mengatakan, permintaan arang menjelang Idulahda mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut disebut mencapai 20 persen.

Baca Juga: Dokumen dan Arsip Tjap Djangkar Lengkap, Tim Museum Ranggawarsita Takjub

-Advertisement-

“Kalau saat ini untuk permintaan arang semakin banyak dibandingkan dengan tahun lalu. Saat ini saya sudah menjual hingga 20 karung dalam dua Minggu terakhir ini,” katanya di kediamannya, Desa Honggosoco RT 4 RW 4, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Permintaan pasar mulai meningkat sejak dua pekan terkahir. Banyak pedagang maupun perseorangan yang mengambil arang ditempatnya. Pembeli kebanyakan dari Kudus dan Pati.

“Selain menjual arang karungan, khusus untuk momen Kurban, menyediakan arang yang dikemas dengan plastik, sebab biasanya pada momen saat ini banyak permintaan dari perorangan,” ujarnya.

Anak sulung dari dua bersaudara itu merincikan, untuk harga kemasan karung gula yang berukuran 50 kilogram itu dibandrol dengan harga Rp 40 ribu. Sedangkan untuk kemasan plastik, arang dijual dengan harga Rp 5 ribu

“Jadi untuk penjualan arang karungan itu sudah banyak terjual kemarin. Tapi untuk kemasan plastik itu biasanya ramai kalau hari H hingga H+2. Kalau untuk plastik kurang lebih dengan berat 500-800 gram,” jelasnya.

Ia mengaku meningkatkan harga di momen Hari Raya Iduladha ini dari Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu sejak dua pekan yang lalu. Hal itu dikarenakan permintaan arang banyak, sedangkan produksi arang hanya bisa dilakukan dua hari sekali.

“Karena untuk produksi pembuatan arang ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Proses pembakaran dari bahan baku kayu menjadi arang ini bisa memakan waktu lebih dari 8 jam,” tuturnya.

Baca Juga: Gerakan Pangan Murah di Kudus Libatkan 40 Pelaku UMKM

Ia menyebut, harga arang ditempatnya itu diklaim dengan harga yang murah dan dibawah harga pasaran. Lantaran, arang itu diproduksi sendiri, sehingga harga menjadi lebih murah.

“Selain itu untuk ukuran arang lebih besar, lebih kering. Sehingga untuk ketahanan arang ini bisa sampai lama,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER