Hasil Panen Turun Karena Kekeringan, Petani di Jepara Pasrah

BETANEWS.ID, JEPARA – Sawah yang berada di Desa Kalipucang Kulon, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara mengalami penurunan hasil panen akibat kekeringan.

Mansur (50), salah satu petani mengatakan, akibat dari keringnya lahan, hasil panen merosot. Ia hanya bisa mendapatkan 10 karung padi atau setara dengan 5 Kwintal. Padahal biasanya, bisa mendapatkan 15 karung padi.

Baca Juga: KPU Jepara Berikan Kemudahan ke Pemilih Penyandang Disabilitas

-Advertisement-

“Sudah dua minggu ini lahannya kering, tanahnya itu udah pada mletek, nyari airnya susah, meskipun ini memang sudah dapat bantuan sumur bor dari dinas pertanian tapi karena lahannya luas ya tidak bisa mencukupi untuk semua lahan,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (24/6/2023).

Dengan kondisi sawah yang sudah mulai kering, Mansur mengaku hanya bisa pasrah. Terlebih lahan di daerah tersebut menurut Mansur setiap tahunnya juga terkena dampak kekeringan.

“Ya mau bagaimana hanya bisa pasrah, kecuali embungnya itu bisa nampung air hujan. Wong ini embungnya aja juga kering nggak ada air, bantuan sumur bor dari Dinas Pertanian juga tidak bisa mengatasi, yang kena air ya cuma yang di deket sumur itu aja, yang lain ya kering tanahnya,” ujarnya.

Mansur berharap, tadahan air dari sumur bor tersebut dapat lebih ditinggikan sekitar 1,5 meter. Sehingga tekanan airnya dapat lebih tinggi dan mampu mengalirkan air ke area yang lebih luas.

Selain mengalami kendala keringan lahan, susahya mencari pupuk juga masih menjadi kendala para petani. Jika barangnya ada, menurut Mansur harganya juga naik dua kali lipat dari harga biasanya.

“Pupuknya juga masih susah, apalagi kan sekarang jumlahnya dibatasi, satu hektar itu hanya dikasih jatah dua kwintal, padala butuhnya lebih dari itu,” katanya.

Baca Juga: DPRD Jepara Ingatkan Pemkab Serius Tangani Kasus Kekerasan Seksual

Untuk menyiasati datangnya musim kemarau, sawah akan ditanami jagung. Sebab tanaman jagung tidak membutuhkan air yang terlalu banyak.

“Ini sekitar pertengahan Juli nanti sudah panen, sampai Agustus lah nanti pada panen semua. Habis itu ya tanamannya diganti Jagung yang butuh airnya nggak sebanyak padi,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER