Iseng-Iseng Jual Online, Clarissa Collection Malah Kebanjiran Order hingga 2.000 Pakaian Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS – Susunan pakaian tampak tergantung rapi di dalam sebuah toko yang berlokasi di Desa Sambung, Gang 9, Kecamatan Undaan, Kudus. Tak jauh dari pakaian itu, terlihat seorang perempuan sedang mengemas baju yang hendak dikirim ke pembeli. Dia tak lain adalah Santi Indrawati (32), pemilik Clarissa Collection.

Sambil mengemas pesanan, Santi sapaan akrabnya berbagi cerita tentang awal mula merintis usaha. Berawal dari coba-coba memposting pakaian di akun media sosial, ia malah menemukan peluang berbisnis online.

“Awalnya saya suka belanja baju online, terus coba-coba posting di Facebook (FB), lama-lama orderan masuk semakin banyak. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk terjun di dunia bisnis online ini, dan meninggalkan pekerjaan utama saya sebagai penjahit tas,” Ujar perempuan berambut pendek itu.

-Advertisement-

Baca juga: Orderan Tas Sekolah di Pola Galaxy Meningkat 70 Persen saat Momen Kenaikan Kelas

Karena melihat peluang yang cukup besar di bisnis online, pada 2018 Santi memutuskan untuk melepas pekerjaannya sebagai karyawan. Setelah berjalan beberapa tahun, bisnis online Santi tumbuh pesat. Tak hanya pakaian, Clarissa Collection juga menawarkan macam-macam produk seperti perabotan rumah tangga, sepatu, dan tas.

“Sekarang saya juga jualan di Shopee, TikTok, dan Lazada. Produk yang paling laris ya pakaian. Hari biasa, pesanan bisa seribu buah. Kalau hari-hari besar seperti Lebaran kemarin bisa sampai dua ribu pesanan,” bebernya.

Masih di lokasi sama, Nor Soleh (33) suami Santi yang sedang sibuk menyablon kaus mulai menghentikan aktivitasnya, ia lalu ikut berbagi cerita. Pria yang akrab disapa Soleh itu menambahkan, saat melihat istrinya mulai kewalahan, ia kemudian memutuskan untuk berhenti bekerja agar bisa ikut membantu.

Menurutnya, kendala dalam memulai usaha sudah menjadi hal yang wajar. Ia membeberkan, bahwa mereka juga sempat terkendala modal untuk pengembangkan produk.

Baca juga: Sepatu Bayi Rajut yang Unik nan Lucu dari Maxima Craft Pati

“Kesulitan modal menjadi salah satu masalah utama dalam membangun bisnis ini. Awalnya ya kecil-kecilan dulu, pakai modal tabungan hasil istri menjahit. Ya untung sedikit demi sedikit sebagai tambahan modal. Karena pesanan yang banyak ya harus punya modal yang banyak juga,” jelasnya.

Setelah Soleh meninggalkan pekerjaan utamanya sebagai tukang bangunan. Ia lalu berinisiatif membuat pengembangan bisnis sablon kaus. Belum genap satu tahun berjalan, jasa sablon kaus Clarissa Collection setidaknya menerima 200 order per bulan.

“Ini jenis sablon DTF (Direct Transfer Film).  Kalau keinginan bisnis sablon kaus ya sudah lama, tapi baru terealisasi tahun lalu,” ungkapnya saat ditemui di tokonya beberapa waktu lalu.

Soleh menjelaskan, memilih sablon jenis DTF karena prosesnya yang lebih cepat, dan dapat dijual secara satuan. Selain itu, harga yang ditawarkan juga terjangkau, yakni mulai Rp25 ribu hingga Rp80 ribuan, sesuai dengan kualitas serta ukuran sablon.

“Kalau kaus saya beli di Bandung. Karena kaus dari Bandung harganya lebih murah jika dibanding Kudus,” tambahnya.

Penulis: Anita Purnama Sari, Mahasiswa Magang UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER