Inovasi Produk Olahan Daun Kelor Jadi Solusi Atasi Stunting

BETANEWS.ID, JEPARA – Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara mencatata sampai 3 November 2022 terdapat 7.227 kasus stunting di Jepara. Masih tingginya kasusu tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Jepara terus fokus menangani persoalan tersebut. Dibutuhkan inovasi dan kerja sama dari masing-masing pihak terkait untuk menangani kasus stunting.

Salah satu yang mencoba menangani stunting ini adalah Puskesmas Tahunan melalui Warseh (Warung Sehat). Mereka mencoba untuk mengolah berbagai menu yang memiliki kandungan gizi tinggi tetapi tetap disukai oleh balita maupun para ibu hamil.

Salah satunya melalui olahan daun kelor, di mana daun kelor sendiri memiliki kandungan zat gizi tinggi yang bisa mengatasi anemia, yaitu salah satu penyakit yang menjadi penyebab munculnya kasus stunting.

-Advertisement-

Baca juga: Agar Angka Stunting Tak Tinggi, Ganjar Minta Remaja Putri Tak Menikah Dini

“Anak stunting, ibu hamil itu ada kekurangan mikronutrien, biasanya kekurangan zat gizi. Daun kelor ini punya kandungan zat gizi tinggi sehingga bisa mencegah anemia,” kata Kepala Puskesmas Tahunan, Megarini Hesti Aries, pada Betanews.id, Rabu (31/5/2023).

“Ibu hamil biasanya kalau dikasih obat tambah darah itu kurang  suka. Dengan berbagai inovasi olahan ini diharapkan bisa membantu mencegah anemia,” tambahnya.

Beberapa produk olahan yang mengkreasikan menu daun kelor di antaranya dimsum kelor, stik kelor, puding kelor, dan teh kelor. Untuk menambah cita rasa produk tersebut diberi bahan tambahan. Seperti teh kelor yang dicampur dengan bunga rosella, kemudian ada stik kelor yang diberi tambahan perisa keju.

“Menu-menu tersebut memang sengaja dikombinasikan dengan bahan lain agar para ibu hamil juga tetap bisa menikmati. Kayak stik meskipun dia dari bahan tepung-tepungan tapi punya kandungan gizi tinggi dari daun kelor,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Jepara Pasang Target Turunkan Prevalensi Stunting Jadi 14 Persen di 2024

Selain menu-menu tersebut terdapat juga cookies yang memiliki kandungan protein tinggi tetapi rendah gluten yang terbuat dari bahan kacang-kacangan. Cookies ini menurut Mega bisa dikonsumsi oleh ibu hamil maupun balita yang sudah memiliki gigi.

“Ada juga sambal penambah nafsu makan tapi nggak cuma dapat pedesnya aja ada tambahan ikan, mulai dari tongkol, teri, cumi. Kalau ibu hamil kan kadang sukanya yang pedes-pedes, tapi ini tetap ada asupan protein hewaninya,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER