BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pembeli tampak berbondong-bondong memadati penjual jajan lebaran di Pasar Kliwon, tepatnya berada di lantai 2, Senin (17/4/2023). Terlihat semua toko yang menyediakan jajanan tersebut ramai dikunjungi pembeli.
Salah satu toko yang ramai itu adalah milik Sukesi. Menurutnya, penjualan jajan lebaran saat ini baru mulai ramai dipadati pembeli sejak satu pekan terakhir ini. Sebelumnya, penjualan sepi lantaran lebaran masih lama. Bahkan, hingga saat ini penjualan tidak seramai tahun lalu.
“Ada peningkatan itu 5 persen dibandingkan hari biasa, jadi tidak terlalu signifikan. Penjualan ramai sejak satu minggu yang lalu, karena Tunjangan Hari Raya (THR) sudah turun. Puncaknya minggu ini biasanya ramai, soalnya minggu terakhir sebelum lebaran,” beber Sukesi.
Baca juga: Pasar Kliwon Sepi, Penjualan Baju Lebaran Masih Ramai Tahun Lalu
Ia menjelaskan, faktor utama penjualan alami penurunan, karena wara beralih beli jajanan di toko online.
“Sekarang kan banyak yang jualan online. Jadi itu menjadi salah satu penyebab penjualan menurun di momen lebaran kali ini. Kalau tahun lalu penjualan masih lumayan,” ungkapnya.
Saat ini, kata Sukesi, pihaknya bisa menjual 20 kilogram jajanan sehari pada momen lebaran. Jajanan itu seperti kue kering, kuaci, usus krispi, potato, nastar, emping, madu mongso, kurma, kacang entis, kacang koro, singkong bakar, tengiri, mete, dan aneka makanan ringan wafer tersedia di sana.
Menurutnya, untuk pembeli yang biasa berlangganan di sana dari Kudus, Jepara, Demak, Pati, Rembang, hingga Semarang.
“Yang paling banyak diminati itu ada singkong bakar, dan aneka kacang-kacangan termasuk mete. Untuk harga kisaran mulai dari Rp15 ribu untuk ukuran seperempat hingga Rp180 ribu ukuran satu kilogram,” rincinya.
Baca juga: Menjelang Lebaran Pasar Kliwon Kudus Malah Sepi, Omzet Pedagang Kian Anjlok
Ia memperkirakan, puncak ramainya pembeli pada momen lebaran kali ini adalah pasa satu hari sebelum lebaran. Menurutnya, h+2 pihaknya sudah mulai berjualan kembali, lantaran melayani para pembeli yang ingin berangkat ke perantauan.
“Harapannya semoga penjualan laris manis seperti tahun-tahun sebelumnya,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

