BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo berharap lomba desa bisa jadi sarana evaluasi dalam upaya memaksimalkan potensi desa, menciptakan inovasi layanan, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Lomba desa sebagai sarana menggali potensi yang dimiliki, juga sebagai upaya menciptakan inovasi dalam pelayanan dan pemberdayaan di masyarakat,” ungkapnya saat menghadiri Penilaian Perlombaan Desa serta Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kabupaten Kudus bersama Ketua TP PKK Kudus di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Selasa (4/4/2023).
Menurut Hartopo, Desa Ngembalrejo memiliki berbagai potensi yang jarang dimiliki desa lainnya. Oleh karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Desa Ngembalrejo dapat memaksimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan wilayahnya sehingga dapat terwujud menjadi desa mandiri.
Baca juga: Hartopo: ‘Lomba Desa untuk Maksimalkan Inovasi dan Potensi Desa’
“Desa ini sangat menarik. Jenjang pendidikan lengkap, pertanian ada, bahkan UMKMnya pun ada berbagai macam. Potensi ini memberi efek ganda pada pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.
Untuk menuju tujuan tersebut, ada peraturan Menteri Desa Nomor 8 Tahun 2022 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2023 yang lebih longgar. Pihaknya berpesan pada pemdes Ngembalrejo untuk memanfaatkan kelonggaran tersebut dengan melakukan berbagai inovasi dari segi pelayanan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat dan infrastruktur.
“Dengan kelonggaran penggunaannya tahun ini, saya titip pesan pada Pak Kades untuk memanfaatkan dengan baik Dana Desa yang ada,” pesannya.
Kepala Desa Ngembalrejo, HM Zakaria menjelaskan, terdapat bermacam potensi yang dimiliki desanya dalam berbagai bidang yang telah dikelola dengan baik, meliputi pendidikan formal maupun nonformal, pertanian, peternakan, UMKM, dan kesehatan.
Baca juga: Empon-Empon Desa Cranggang Ikut Sambut Juri Lomba Desa di Kudus
Dari segi pendidikan, pemdes Ngembalrejo menjalin kerja sama dengan IAIN Kudus dan ponpes setempat untuk membranding desa sebagai smart village. Sedang dalam bidang pertanian, peternakan, dan UMKM telah terjalin kerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD).
DI bidang kesehatan, pihaknya telah menyediakan layanan kesehatan desa berupa Upaya Kesehatan Kerja (UKK) bagi masyarakat pekerja industri rumahan dan Gerakan Makan Telur Bersama (Gemes) sebagai upaya pencegahan stunting bagi anak.
“Bidang kesehatan, tiap bulan jemput bola untuk pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan para pengrajin genteng, serta pemenuhan gizi anak untuk mencegah stunting,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

