SEPUTARKUDUS.COM, STAIN – Suara teriakan ratusan penonton menyambut Dewi Sinta, Hanoman dan Rahwana memasuki panggung dengan iringan musik. Saat menari, tiba-tiba bebat di perut Rahwana melorot. Sontak penonton yang menyaksikan Lomba Tari Kreasi Tarbiyah, di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), tertawa.

Usai pementasan, kepada Seputarkudus.com, Ahmad Muzakka (19), pemeran Rahwana, mengaku sempat kaget saat bebatnya melorot. Zakka begitu dia akrab disapa, dia merasa tak leluasa bergerak. Meski begitu dia tidak tetap menikmati pementasan meski penonton yang datang menertawainya.
“Ini pengalaman pertama saya menari, jadi sebisanya. Kami memang tidak ada target menang, karena tanpa latihan. Jadi cuma lihat video saja, langsung kami praktekkan ini tadi,” terangnya sambil mengusap keringat.
Zakka menjelaskan, dirinya tidak menargetkan kelompoknya menang dalam lomba tersebut, agar tidak memiliki beban saat menari. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi kesan tersendiri bagi pementasannya. “Justru jadi ada kesan tersendiri, kami senang bisa ikut tampil mewakili kelas M semester dua. Penonton juga terhibur tadi, mereka bisa tertawa,” jelasnya.
Gatot Priambodo Agusta (20), ketua panitia kegiatan tersebut, mengungkapkan, kegiatan Festival Tarbiah sudah menjadi acara rutin Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiah setiap tahun. Dan lomba tersebut merupakan rangkaian festival.
Dalam festival yang digelar, dia mengatakan, untuk kalangan mahasiswa ada 11 lomba, yakni lomba tari kreasi, debat menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, cipta lagu anak, stand up edukasi, membaca kitab, qiro’ah, senam, membuat media pembelajaran, dan karaoke Arabic.
“Dan untuk lomba tingkat pelajar, ada lomba MTK, biologi, ekonomi, khitobah Bahasa Arab, speak contest, dan karya tulis ilmiah. Acara kami sudah dimulai tanggal 2 Mei 2017, dibuka dengan pengajian istighotsah dan selawat. Acara ditutup dengan inagurasi,” ujar Gatot sapaan akrabnya.
Gatot juga mengungkapkan, ada 60 orang panitia yang ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Mereka membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan. “Karena panitia banyak, jadi ada sedikit masalah pada komunikasi, tetapi kegiatan tetap berjalan dengan lancar,” tambah anak ketiga dari empat bersaudara itu.

