31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Jualan Ayam Bangkrut Karena Diutang Bakul hingga Puluhan Juta, Agus Bangkit Rintis Gethuk Gembul

BETANEWS.ID, KUDUS – Agus Supriyadi (42) dan Ana Fitriani (30) terlihat sibuk menggiling singkong yang telah matang di dapur rumahnya yang berada di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Singkong yang sudah halus kemudian diuleni dan diberi varian rasa, seperti vanila, milo, cheese, macha, kacang, dan lain-lain.

Merintis usaha getuk gembul sudah mereka jalani sejak bulan lalu. Sebelumnya, Agus dan Ana sempat berjualan ayam, akan tetapi tak bertahan lama karena punya pelanggan bakul yang tak kunjung bayar.

Gethuk Gembul ini punya banyak varian rasa yang semuanya recommended. Foto: Sekarwati

“Saya kadang malu mau nariknya, bahkan ada puluhan juta. Padahal hasilnya lumayan usaha ayam, hampir setahun saya sudah tidak jual,” kata Agus pada betanews.id, Kamis (9/3/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Gethuk Gembul, Cara Baru Menikmati Jajanan Jadul yang Kini Jadi Oleh-Oleh Khas Rahtawu

Tak patah semangat, Agus dan Ana mulai bangkit dengan bisnis kuliner. Melihat potensi di Desa Rahtawu yang memiliki tempat wisata alami, ia kemudian berpikir membuat kuliner oleh-oleh berbahan singkong.

“Kalau lihat di sini itu belum ada oleh-oleh khas Rahtawu itu apa. Harapannya ini bisa menjadi produk yang bisa dibawa wisatawan ketika pulang,” terangnya.

Gethuk gembul itu dijual dengan harga Rp35 ribu per pak untuk semua varian rasa. Meskipun baru, Agus mengaku pelanggannya mulai ramai.

Baca juga: Awalnya Cari Kesibukan, Tak Dinyana Surya Malah Kini Punya 2 Outlet Gethuk Bakar Abimanyu

“Pelanggannya kebanyakan dari wisatawan yang berkunjung ke Rahtawu. Alhamdulillah dari awal buka sampai sekarang sudah ada ratusan porsi terjual,” jelasnya.

Agus berharap, getuk gembul bisa merangkak lebih baik lagi. Terutama dalam mengenalkan UMKM produk khas Rahtawu Kudus.

“Getuk kan biasa, jadi kita coba ngemas lebih modern. Semoga ked epannya bisa mengangkat UMKM yang ada di sini dalam mengenalkan kuliner khas Rahtawu,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER