BETANEWS.ID, SOLO – Pedagang yang berada di Shelter Manahan dan di samping Lapangan Kota Barat Kota Solo harus tutup selama perhelatan Piala Dunia U-20. Ini merupakan aturan FIFA yang harus ditaati tuan rumah piala dunia.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, menerangkan, FIFA melarang adanya aktivitas lain di lokasi venue Piala Dunia U-20 pada Mei sampai Juni 2023. Selain itu, FIFA juga akan melakukan peninjauan pada 25 Maret ini sehingga shelter PKL juga harus ditutup.
Baca juga: Ketum PSSI Pastikan Stadion Manahan Jadi Venue Final Piala Dunia U-20
“Tanggal 25 itu FIFA akan melakukan inspeksi di stadion Manahan dan stadion mini yang nanti salah satunya di Kota Barat. Perintah dari beliau (Wali Kota Solo) dalam hal peninjauan ini untuk hari H-nya untuk diliburkan aktivitas pedagang shelter PKL yang ada di dua titik itu,” kata Heru.
Tak hanya itu, untuk tenda PKL di Lapangan Kota Barat juga akan dibongkar dan nanti akan dipasang kembali usai Piala Dunia U-20.
“Mungkin tanggal 22 Maret Kita sudah mulai bergerak untuk pembersihan, ada kerja bakti bersih-bersih. Terus tanggal 23 itu kita checking lagi, 24 sudah clear sudah tidak ada pedagang di situ,” kata dia.
Baca juga: Ramai Penolakan Israel Bertanding di Piala Dunia U-20, Ini Tanggapan Kemenpora
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menerangkan, aturan tidak diperbolehkannya PKL berjualan di area venue tersebut merupakan aturan FIFA. Selain itu, di Shelter Manahan juga tidak ada pemasangan logo brand selain sponsor resmi FIFA
“PKL Selter Manahan tidak bisa berjualan. Kita tutup sementara mengikuti aturan FIFA selama Piala Dunia U-20 berlangsung. Kepastian jadwal tutupan Selter PKL Manahan sementara menunggu informasi lebih lanjut dari panitia Piala Dunia U-20,” kata Gibran.
Editor: Ahmad Muhlisin

