Bodo Contong, Tradisi Ruwahan di Desa Rahtawu yang Menampilkan Kuatnya Kerukunan Umat Beragama

BETANEWS.ID, KUDUS – Di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, terdapat tradisi yang hingga kini masih terus dilestarikan, yaitu Bodo Contong. Yakni, sebuah tradisi menyambut Nisfu Sya’ban atau Ruwahan.

Dalam perayaan Bodo Contong ini, warga membuat makanan apem berbentuk contong (seperti es krim) yang dibungkus menggunakan daun pisang. Apem tersebut biasanya berwarna merah ataupun warna lainnya. Makanan tersebut wajib ada dalam perayaan Bodo Contong.

Baca juga: Kirab Budaya Umbul Dungo Wiwit Pari, Tradisi Petani Teluk Awur Sambut Masa Panen

-Advertisement-

Menurut Agus Supriyadi (42), Juru Pelihara Pertapaan Eyang Buyut Sakri contong tidak hanya sekedar makanan wajib menyambut malam Nisfu Sya’ban. Tetapi, terdapat nilai filosofis yang mengartikan hubungan manusia dengan Tuhan yang seimbang.

“Karena kita posisinya orang gunung, jadi apem dibuat seperti gunung. Bentuknya juga segitiga, itu melambangkan kita punya hubungan dengan manusia secara horizontal dan Ketuhanan secara vertikal,” katanya.

Bodo Contong yang diadakan setiap Ruwahan, juga memiliki makna tersendiri bagi masyarakat. Yakni sebagai momen untuk mengirim doa kepada leluhur.

“Ruwahan itu merui arwah atau bertemu arwah. Cerita orang dulu itu, arwah nenek moyang kita menanti doa. Kalau orang Islam itu kan baca surat Yasin tiga kali, untuk arwah leluhur dan dirinya sendiri,” imbuhnya.

Perayaan Bodo Contong, ini biasanya digelara setelah Salat Magrib. Uniknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh umat muslim saja. Melainkan juga tiga agama seperti Islam, Kristen dan Budha, serta dua kepercayaan Sapta Darma dan Budho Domas.

“Semua agama dan kepercayaan di Rahtawu, itu ikut membuat Contong. Biasanya sajiannya itu ada contong, jadah pasar, macam-macam,” terangnya.

Baca juga: Tradisi Berbagi Nasi Tomplingan Ajaran Sunan Muria di Festival Pager Mangkok

Meskipun dilakukan dengan cara Islam, masyarakat percaya bahwa hari itu membawa keberkahan untuk semua umat di Desa Rahtawu. Acara mula-mula dibuka dengan membaca surat Yasin tiga kali, tausiyah, doa bersama, kemudian menikmati contong.

“Doa itu supaya panjang umur, dilimpahkan rezeki yang banyak, diberi keimanan dan keislaman,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER