BETANEWS.ID, SEMARANG – Pertemuan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin dengan Wakil Wali Kota Fuzhou, kota di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Huang Jian Xiong, Jumat pekan lalu, kembali menghangatkan hubungan antar kota di dua negara ini.
Hubungan kerja sama dalam platform Sister City ini memang bukanlah yang pertama. Semarang adalah salah satu dari beberapa kota di Indonesia yang pernah menjalin kerja sama internasional dengan kota-kota dari luar negeri sebagai kota kembar.
Iswar menjelaskan, pada pertemuan di Holiday Restaurant Semarang itu, terpercik isyarat akan adanya jalinan kerja sama antar keduanya. Sejauh ini kedua pihak masih saling menjajaki dengan bertukar pengalaman dan saling mengintip program pemerintahan setempat yang berjalan.
Baca juga: Pemkot Semarang dan Pemerintah Inggris Bahas Potensi Kerja Sama Transportasi Rendah Karbon
Sebelumnya, Pemerintah Kota Fuzhou telah mengirimkan email kepada Pemerintah Kota Semarang pada 30 Januari lalu. Email tersebut berjudul Letter to Acting Mayor of Semarang, yang dapat diartikan sebuah upaya pendekatan dari Pemerintah Kota Fuzhou kepada Pemerintah Kota Semarang.
Selanjutnya, rencana kerja sama akan diawali dengan penanda tanganan Letter of Intent (LoI) tentang kerja sama Sister City. Jika tahap ini telah tercapai, barulah menyusul penanda tanganan Memorandum of Understanding (MoU).
“Hubungan antar kedua kota ini akan ditanda tangani LoI. Mudah-mudahan bisa ditindak lanjuti dengan penanda tanganan MoU,” terang Iswar.
Selain MoU, rencana tahapan lainnya adalah menyelenggarakan Semarang Business Forum (Sembiz) oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sedianya forum ini akan dilaksanakan di Fuzhou.
Baca juga: Berkat Rumah Pelita, Orang Tua dengan Balita Stunting Kini Tak Perlu Khawatir Lagi Ketika Bekerja
Dalam pertemuan Iswar-Huang itu, selain DPMPTSP, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya yang mewakili pemerintah kota adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, serta Dinas Kepemudaan dan Olah Raga (Dispora) Kota Semarang.
Iswar berharap rencana kerja sama ini akan memberi kemajuan bagi pembangunan dua kota lintas negara tersebut. Lanjutnya, kedua pihak dapat saling memadukan kelebihan masing-masing dalam pengelolaan pembangunan. Dengan demikian, Semarang utamanya, tidak akan tertinggal dari kota-kota lain di Asia, terlebih di Indonesia sendiri.
Hubungan baik Semarang-Fuzhou ini, menurut Iswar, adalah kilas balik sejarah pertemuan budaya tanah Nusantara dengan bangsa China. Di Semarang, Iswar mengilustrasikan bagaimana kedatangan Laksamana Ceng Ho dari Dinasti Ming, di kota pesisir Pantai Utara ini. Hal itulah salah satu yang mendasari diadakannya Festival Ceng Ho di Semarang setiap tahunnya.
Baca juga: Pemprov Jateng Gelontorkan Rp1,7 Triliun untuk Bangun Sarpras di Desa
Jauh sebelumnya, Semarang-Fuzhou beberapa kali tercatat telah melakukan kerja sama. Di antaranya LoI yang pernah ditanda tangani kedua pihak pada 2004. Kemudian di 2022, kota kembar kembali memperpanjang kesepakatan tersebut.
Dikutip dari Journal of International Relations, Volume 8, Nomor 4, 2022, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, konsep sister city didasarkan atas persamaan tekhnologi, pendidikan, budaya, dan sejarah. Selain Fuzhou, Semarang sendiri pernah dalam satu konsep kota kembar dengan Beihai dan Nanjing, di negara yang sama, RRC.
Editor: Ahmad Muhlisin

