Gagal Jadi Perangkat Desa, Warga Bacin Ini Ungkap Ada Dugaan Pengaturan Nilai

BETANEWS.ID, KUDUS – Tes seleksi pengisian Perangkat Desa di Kudus yang dilaksanakan pada 14 Februari 2023 rupanya menyisakan banyak dugaan kejanggalan. Salah satu peserta yang merasa dirugikan itu adalah Muhamad Sukron Ainun Najib (26) yang mendaftar formasi Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Bacin.

Ditemui di Kantor LBH Ansor Kudus, Najib mengungkapkan beberapa kejanggalan saat dirinya mengikuti tes seleksi perades dengan metode Computer Assisted Test (CAT) di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. Menurutnya, panitia seleksi tidak transparan dalam mengumumkan nilai CAT. Bahkan, ketua panitia tidak bisa mengumumkan hasil tes secara langsung dengan alasan yang tak bisa disebutkan.

Baca juga: Seleksi Perangkat Desa Banyak Kejanggalan, DPRD Kudus Akan Panggil Pihak Penyelenggara

-Advertisement-

“Jadi setelah tes itu lihat hasil nilai saya muncul dan anehnya tidak bisa melihat nilai peserta lain. Harusnya sesuai peraturan kan ada live monitor, jadi hasilnya real time,” terang warga Desa Bacin RT 3 RW 3, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus tersebut saat ditemui, Jumat (17/2/2023).

Kemudian kejanggalan lain, kata Najib, ketika memantau perkembangan tes yang ada di grup, nilainya berada di atas. Namun, ada peserta lain yang tiba-tiba merangkak naik dan membuat nilai Najib berada di posisi dua. Hal itu dirasa tidak wajar karena sebelumnya selisih poin sekitar 17 poin di bawahnya.

“Saat saya pertanyakan ke pihak panitia, menurut keterangannya saya mengubah jawaban benar menjadi salah. Makanya saya kalah dengan alasan seperti itu,” tuturnya.

Baca juga: Dianggap Cacat Hukum, Kades Sidorekso Akan Tunda Keluarkan SK Penetapan Perangkat

Wakil Ketua LBH Ansor, Yusuf Istanto, menyampaikan, tes seleksi dengan metode CAT itu harusnya nilai ditampilkan secara real time. Tak hanya itu, peserta tes juga seharusnya disediakan layar proyektor dengan ditampilkan di sana.

“Karena jika tidak seperti itu akan ada kejanggalan yang terjadi. Dan memang saat ini ada beberapa peserta yang menyampaikan by phone itu ada yang tidak hadir tapi ada nilainya. Namun ketika dibuka berikutnya sudah hilang. Terus ada yang nilainya tertukar, sehingga ini ironis sekali,” tambahnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER