31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Sungai Dawe Meluap Akibatkan Desa Ngembalrejo Banjir dan Lalulintas Macet Parah

BETANEWS.ID, KUDUS – Hujan deras yang terjadi sejak Rabu (15/2/2022) petang hingga malam, akibatkan rumah-rumah warga di Dukuh Kauman, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, terendam banjir. Bajir juga mengakibatkan lalulintas di Jalan Kudus-Pati macet parah.

Berdasarkan pantauan Betanews.id, air menggenangi rumah-rumah warga Kauman pada pukul 23.30 WIB. Selain itu, air juga menggenangi jalan raya sehingga menghambat laju kendaraan yang melintas. Akibatnya, kemacetan parah terjadi dari lampu merah Ngembalrejo, hingga jembatan Ngembalrejo.

Sejumlah warga dukuh setempat tampak menyingkirkan sampah yang tersangkut di jembatan Desa Ngembalrejo. Sejumlah warga juga membantu mengatur lalulintas dan mengingatkan para pengendara agar berhati-hati. Tampak pula sejumlah petugas Trantib Kecamatan Bae ikut membantu mengatur lalulintas kendaraan.

-Advertisement-
Khairul Anid, Petugas Trantib Kecamatan Bae. Foto: Suwoko

Petugas Trantib Kecamatan Bae, Khairul Anis mengatakan, banjir yang terjadi di Dukuh Kauman disebabkan meluapnya air dari Sungai Dawe yang melintasi Desa Ngembalrejo. Selain karena debit air yang tinggi, sampah yang tersangkut di jembatan desa tersebut juga menjadi penyebab bajir sering terjadi di Dukuh Kauman.

“Jembatan itu kan ada tiang-tiangnya, lha sampah yang terbawa arus sungai tersangkut di jembatan itu. Akibatnya, air sungai meluap ke rumah-rumah warga dan menggenangi jalan,” ujar Khairul, saat ditemui tak jauh dari jembatan Desa Ngembalrejo.

Banjir di Kauman tersebut, kata Khairul, telah terjadi beberapa jam setelah hujan deras yang turun sejak petang. Banjir seperti ini selalu terjadi di Kauman saat hujan deras mengguyur.

“Solusinya, tiang-tiang jembantan itu harus dihilangkan. Kalau tidak, sampah-sampah yang terbawa air sungai akan tersangkut di situ. Akibatnya air pasti melimpas dan membanjiri rumah-rumah warga,” tuturnya.

Akhwan, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Foto: Suwoko

Di antara sejumalah warga yang membersihkan sampah di jembatan, tampak pula Akhwan, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Akhwan merupakan warga Kauman, yang rumahnya juga terendam banjir. Bersama warga, dia ikut mengangkat kayu dan batang pohon pisang yang menyumbat aliran sungai.

Kepada Betanews.id, Akhwan menjelaskan, sebetulnya dirinya telah mendorong Pemerintah Desa Ngembalrejo untuk mengusulkan renovasi jembatan. Bahkan, dirinya pernah ke Kementrian PUPR untuk menyampaikan persoalan banjir yang selalu terjadi setiap tahun tersebut.

“Jembatan ini kan kewenangannya Pusat, dalam hal ini Kementrian PUPR. Saya sudah pernah sampaikan persoalan ini, dan PUPR sebenarnya sudah menganganggarkan renovasi jembatan,” tuturnya.

Namun, kata Akhwan, PUPR ingin ada permintaan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kudus, atau Pemerintah Desa Ngembalrejo. Hal itu sudah disampaikan ke Pemerintah Desa setempat, dan mendorong agar surat itu segera diajukan.

“Tapi sayangnya, surat itu tidak pernah diajukan. Akhirnya, renovasi jembatan tak jadi direnovasi. Akibatnya, kalau debit air Sungai Dawe tinggi, air pasti meluap ke perkampungan dan menggenangi jalan, karena aliran sungai tersubat sampah di jembatan ini,” keluhnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER