Penerima Penghargaan Wanita Berprestasi Ini Hanya Tidur Tiga Jam Sehari

SEPUTARKUDUS.COM, SIMPANG TUJUH – Setelah mendapatkan penghargaan dari Bupati Kudus Musthofa, Nono Anik Sulastri terlihat berfoto dengan sejumlah undangan yang hadir. Dia Piagam Penghargaan Wanita Berprestasi Nomine Produk Unik Tingkat Nasional. Penghargaan itu diberikan saat upacara peringatan Hari Kartini ke-138 tahun 2017 di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jumat (21/4/2017).

Anik menunjukkan piagam perhargaan yang diterimanya saat Hari Kartini 2017_4
Anik menunjukkan piagam perhargaan yang diterimanya saat Hari Kartini. Foto: Imam Arwindra

Selain Anik, penghargaan juga diberikan dua wanita lainnya. Mereka yakni Kastini, penerima penghargaan kategori pengusaha hiasan berbahan aklirik dan Erwin Anjastuti wanita berprestasi penggerak pemberdayaan perempuan.

Baca juga: Kopi dan Teh Rempah Saqinano, Produk Kudus yang Memiliki Peminat Hingga ke Manca Negara

-Advertisement-

Setelah selesai berfoto bersama, Nono Anik Sulastri sudi berbagi cerita dengan Seputarkudus.com tentang penghargaan yang dia dapat. Menurutnya, kategori yang didapatkan dapat menciptakan produk unik tingkat Nasional. Dia membuat kopi dan teh rempah. Menurutnya, Kudus tidak hanya memiliki rokok dan jenang, tapi juga kopi. “Namun kopi yang saya buat ini unik, kopi rempah. Jadi minum jamu seperti minum kopi,” tuturnya sambil tersenyum.

Dia menceritakan, ide kopi rempah tersebut digelutinya sejak tahun 2011. Bersama suaminya Wachid Noor Rozaq, dia mendirikan brand bernama Saqinano. Selain kopi dan teh rempah, dirinya juga memproduksi roti kopi. Selain itu, dirinya juga sedang merambah produksi olahan ikan.

“Kopi yang digunakan kopi lokal (Kudus). Dan Kopi di Kudus bukan hanya di Muria (Desa Colo dan Desa Japan) saja. Melainkan ada juga di Desa Rahtawu dan Desa Ternadi,” terangnya.

Selain urusan bisnis, dirinya juga sering melakukan pendampingan masyarakat di Desa Ternadi dan Desa Rahtawu. Anik yang juga menjadi penggerak desa sadar wisata di Ternadi mengaku tempat di Desa Ternadi dan Rahtawu sangat indah dan wajib dikunjungi. Selain itu, ibu dua anak tersebut juga melakukan kampanye kepada masyarakat untuk memakan makanan sehat dan bergizi.

“Ini di Ternadi (Desa Ternadi) kemarin bersama masyarakat sekitar habis dapat penghargaan lomba desa dengan masakan Ikan Manyung,”tuturnya yang juga Koordinator Pengembangan Usaha Forum UMKM Jawa Tengah.

Anik sapaan akrabnya, mengaku untuk melakukan hal tersebut bukanlah perkara mudah. Dirinya harus membagi waktu antara menjadi ibu rumah tangga yang harus mengurus kebutuhan rumah dengan aktivitasnya yang lain. Menurutnya dalam 24 jam dirinya hanya tidur selama tiga jam saja.

“Tidak saya tidak pernah tinggalkan urusan rumah. Saya itu kalau tidur pukul 12.00 WIB dan bangun 03.00 WIB,” jelasnya yang tinggal Desa Bakalan Krapyak RT 7 RW 3, Kecamatan Kaliwungu, Kudus

Dirinya meyakini tubuhnya yang sehat selain untuk keluarga juga harus bermanfaat bagi orang lain. Suaminya pun diakui Anik sangat mendukung. Suaminya tidak pernah mengeluh dengan aktivitas istrinya yang dibilang ekstra. “Banyak orang di luar sana yang tidak memiliki tangan dan kaki ingin sekali membantu orang lain. Masa saya yang lengkap tidak memberikan manfaat untuk orang lain,” tuturnya sambil tersenyum.

Suami Anik, Wachid Noor Rozaq yang datang bersamanya mengakui, istrinya yakni wanita hebat. Selain tidak meninggalkan tugas utamanya, dirinya juga dapat bermasyarakat dan membangun bisnis. Menuturnya, dalam menjalankan produk kopi dan the rempah Saqinano, dirinya membantu di produksi saja. Untuk manajemen penjualan, istrinya yang menghandle. “Dia memang wanita hebat,” tuturnya sambil memegang kamera digital single lens reflex (DSLR).

Selain penghargaan dari Bupati Kudus, istrinya di antaranya juga pernah mendapatkan penghargaan serupa yakni produk unik dari Pemerintah Kota Banjarmasin dan terpilih menjadi penyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Pertanian Kementrian Pertanian dan Kementrian Ketenagakerjaan. “Dia juga jadi ketua paguyuban pedagang car free day tiap minggu di alun-alun Kudus,” terangnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER