BETANEWS.ID, SEMARANG – SMAN 1 Kota Semarang menggelar Edufair untuk mempersiapkan siswa masuk ke perguruan tinggi. Kegiatan tersebut digelar selama tiga hari, yakni 10-12 Januari 2023.
Dalam acara Edufair tersebut, terdapat 26 stand perguruan tinggi negeri dan swasta. Setiap stand memberikan penjelasan secara detail kepada peserta didik yang mampir. Mulai dari cara masuk, pembiayaan, hingga jurusan yang ada. Semuanya dijelaskan secara detail.
“Jadi ini judulnya Smansa Edufair. Bertujuan untuk menghadirkan perguruan tinggi negeri dan swasta guna memfasilitasi putra putri kami, khusunya kelas 12 untuk melanjutkan studinya,” jelas Ketua Panitia Edufair, Priti Uning di Aula SMAN 1 Semarang.
Baca juga: UI Hingga IPDN Ikut Berpartisipasi Dalam Gelaran Expo Perguruan Tinggi di Kudus
Dalam kegiatan ini, tidak hanya dibuka untuk SMAN 1 Semarang saja, melainkan juga SMA/SMK sederajat di Kota Semarang agar bisa mendapatkan informasi juga. Total ada 40 sekolah yang diundang.
“Kami juga mengundang 40 sekolah lain secara khusus dengan masing-masing sekolah itu 40 orang. Pameran ini dilaksanakan selama 3 hari, yaitu mulai tanggal 10 sampai 12 Januari 2023,” ujarnya:
Sementara Kepala SMAN 1 Semarang Kusno mengaku, kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun. Namun ketika pandemi tahun lalu kegiatan dilakukan secara daring. Selain sosialisasi di masing-masing stand perguruan tinggi dan menghadirkan 1.600 siswa dari berbagai sekolah. Kegiatan juga akan diisi dengan kemampuan meningkatkan kewirausahaan.
“Program ini adalah bagian dari rancang bangun SMAN 1 untuk mempersiapkan anak-anak ke perguruan tinggi,” ungkapnya.
Kegiatan yang mengundang ribuan siswa tersebut, diharapkan bisa menjadi bekal untuk siswa agar mempunyai pandangan dan tidak kaget dengan perubahan seleksi masuk ke perguruan tinggi secara fundamental.
Sebab, perubahan seleksi ini membutuh persiapan matang. Pendaftaran perguruan tinggi sekarang, siswa tidak lagi didrill dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi sekarang diubah menjadi tes potensi skolastik (TPS).
Baca juga: Enam Mahasiswa UMKU Ikuti Program KKN Nasional MAs di Sulsel
Tidak seperti dulu yang menggunakan tes potensi akademik (TPA) untuk masuk ke perguruan tinggi negeri.
“Kalau dulu siswa dites menggunakan TPA, sekarang menggunakan tes TPS. Tes TPS ini nantinya bisa mengukur kemampuan kognitif anak yang dianggap perlu untuk menunjang kompetensi di perguruan tinggi. Jadi harus adaptasi, kegiatan ini adalah salah satu caranya,” tutupnya.
Editor: Kholistiono

