BETANEWS.ID, KUDUS – Kerugian warga Jawa Tengah akibat banjir selama dua pekan ini ditaksir mencapai Rp16 miliar. Kerugian tersebut meliputi lahan sawah, tambak, rumah, fasilitas umum, serta infrastruktur yang mengalami kerusakan.
Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Darurat Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Dikki Ruli Perkasa menerangkan, bencana tersebut meliputi banjir, angin puting beliung, longsor, dan gelombang tinggi di laut.
“Mulai akhir tahun kemarin sampai awal Januari, banyak sekali terjadi bencana. Bencananya juga bermacam-macam, jadi dampak kerugiannya juga sangat terasa,” bebernya saat dihubungi betanews.id.
Baca juga: Hadapi Siklus Banjir Besar 3 Tahunan, Warga Payaman Cuma Bisa Pasrah
Rinciannya, ada sebanyak 15.777 hektare sawah dengan kerugian terbesar berada di Demak yakni 6.610 hektare. Lalu lahan tambak sebanyak 2.276 hektar yang hanya melanda Demak.
Sedangkan untuk rumah rusak, total ada 20 unit rusak berat, 7 unit rusak sedang, dan 43 unit rusak ringan. Terbanyak di Demak yang tercatat ada 69 unit rumah rusak.
Selanjutnya untuk fasilitas umum hanya dua yang mengalami kerusakan, yaitu di Kudus 11 unit dan Pati 11 unit. Sedangkan kerusakan infrastruktur berada di Pati yaitu ada 30 unit dari total 32 unit.
“Data ini juga masih terus bergerak. Karena sampai sekarang, beberapa daerah masih dilanda bencana, antaranya Kudus, Pati, dan Grobogan,” terangnya.
Sebagai upaya mitigasi agar bencana serupa bisa ditekan, BPBD Jateng mengaku sudah menyiapkan modifikasi cuaca atau TMC. Kemudian, melakukan sisir sungai untuk mengecek kondisi kesehatan tanggul.
Baca juga: Korban Banjir di Brebes Dapat Bantuan Rehab Rumah dari Ganjar, Daerah Lain?
Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk mengatur curah air hujan dengan memanfaatkan talang air di rumah masing-masing.
“Karena masih musim hujan kalau bisa masyarakat, khususnya yang di daerah atas bisa mengatur curah air dengan talang, dengan begitu air tidak langsung ke pekarangan. Jadi air masuknya ke drainase, jangan juga masuk ke tanah nanti menyebabkan tanah jadi lembek, bangunan atas jadi terdorong lemah yang bisa menjadi penyebab longsor,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

