Nekat! Warga Payaman Kudus Terpaksa Cari Pakan Ternak di Area Banjir

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat menata kangkung ke dalam plastik besar yang dibentuk mirip perahu di area sawah kebanjiran di Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus. Pria tersebut yakni Sunardi yang harus berenang cari rumput demi puluhan ternak kambingnya.

Sejak banjir melanda desanya dan area persawahan, pria berusia 35 tahun itu harus lebih kerja keras lagi mencari pakan ternak. Pasalnya, setiap hari atau dua hari sekali ia harus menerjang banjir dengan cara berenang untuk mendapatkan sejumlah kangkung, agar 20 ekor kambingnya tak kelaparan dan mati.

“Kalau banjir begini harus kerja lebih keras lagi cari rumputnya. Kalau tidak begini, kambing saya bisa tidak makan dan kelaparan,” ujar Sunardi kepada Betanews.id, Selasa (10/1/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Hadapi Siklus Banjir Besar 3 Tahunan, Warga Payaman Cuma Bisa Pasrah

Alasan Sunardi menggunakan plastik karena bisa muat lebih banyak rumput ketimbang perahu.

“Ketika kangkung sudah penuh, akan saya bawa pulang dengan cara berenang menerjang banjir lagi sambil menarik plastik yang penuh dengan rumput. Saat ini banjir di area sawah yang saya lewati untuk pulang ketinggiannya seleher orang dewasa,” bebernya.

Dia mengaku, rumahnya tak kebanjiran tapi akses jalannya terendam sedalam 80 centimeter. Ia pun berharap agar banjir cepat surut sehingga para peternak di kampungnya lebih mudah cari rumputnya.

“Semoga banjir cepat surut, karena di sini itu banyak yang ternak kambing. Kasihan mereka yang tak berani terjang banjir untuk cari rumput. Jika dijual juga pasti harganya murah,” ungkapnya.

Baca juga: 10 Hari Banjir Kudus, Hartopo Sebut Persediaan Logistik di Posko Pengungsian Mulai Menipis

Sunardi memutuskan beternak kambing jenis gibas sejak empat tahun lalu, setelah tak lagi merantau. Menurutnya, ternak kambing itu menguntungkan karena pakannya tidak beli dan bisa dicari di area persawahan yang ada di sekitar kampungnya. 20 ekor kambing yang dipeliharanya itu nantinya akan dijual jelang Hari Raya Idul Adha.

“Kambing gibas biasanya laku antara Rp2,5 juta sampai Rp3 juta per ekor. Jika kambing Jawa bisa lebih mahal lagi, yakni Rp3,5 juta sampai Rp4 juta per ekor. Dengan harga segitu sudah sangat menguntungkan,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER