Semringahnya Anak-anak Korban Banjir Kudus Bermain Latto-latto di Pengungsian

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan pengungsi korban banjir tampak memenuhi Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Di antara mereka terlihat anak-anak yang turut serta jadi korban banjir dan harus tinggal di pengungsian.

Para anak-anak tersebut, ada yang tidur sembari dipeluk ibunya. Serta ada juga yang sedang bermain dengan anak-anak sesama korban banjir. Terlihat mereka sedang memainkan permainan yang lagi booming yakni lato-lato.

Bahkan, beberapa di antara mereka sudah ada yang mahir memainkan latto-latto tersebut. Satu di antaranya yakni Andreas (11). Dia mengaku beli latto-latto untuk menghibur diri di pengungsian.

-Advertisement-
Kondisi di Balai Desa Jati Wetan yang jadi tempat pengungsian korban banjir. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Dua Pekan Banjir Kudus Belum Surut, 632 Orang Masih Bertahan di Pengungsian

“Beli sendiri tidak dikasih orang lain. Latto-latto untuk hiburan di pengungsian,” ujar Andreas kepada Betanews.id, Rabu (4/1/2023).

Bocah yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar (SD) itu mengaku, main latto-latto baru beberapa hari. Meski begitu, ia terlihat sudah sangat cakap memainkan permainan tersebut.

“Bisa karena suka. Dan, saya sering berlatih sama teman-teman di pengungsian,” bebernya.

Karena main latto-latto tersebut, anak-anak terlihat tidak tampak raut kesedihan di wajah mereka. Justru mereka terlihat bahagia dan senang selama di pengungsian.

“Selama di pengungsian senang karena bisa bermain dengan teman-teman. Namun, saya akan lebih senang lagi jika rumah kami tidak kebanjiran,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jati Wetan Agus Susanto mengatakan, tiga daerah di desanya yang terendam banjir ada tiga dukuh. Yakni Dukuh Barisan, Gendok, dan Tanggulangin.

Baca juga: Aula DPRD Kudus Dijadikan Tempat Pengungsian Korban Banjir, Makannya Disajikan Secara Prasmanan

“Yang terdampak banjir ada ribuan jiwa. Sementara warga yang mengungsi di balai desa ini ada 270 jiwa dan 30 di antaranya adalah anak-anak,” ujar Agus.

Kebutuhan logistik bagi pengungsi, kata Agus, aman hingga tujuh hari ke depan. Selain orang dewasa, pengungsi lanjut usia (lansia) dan anak-anak juga sangat diperhatikan kebutuhan dan kesehatannya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER