BETANEWS.ID, SOLO – Setelah tujuh hari berada di Uni Emirat Arab (UEA), Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka akhirnya mendarat di Tanah Air. Kedatangannya itu juga membawa kabar baik, yakni membawa oleh-oleh dana hibah sebesar 15 US$ atau sekitar Rp230 miliar dari Pemerintah UEA.
Dengan dana hibah tersebut, Gibran sudah memiliki rencana untuk melakukan perbaikan di beberapa lini di Kota Solo. Namun, ia menerangkan bahwa dana tersebut akan diurus administrasinya terlebih dahulu.
“Masuk ke APBN. Kementerian disek no, Kemenkeu (Kementerian Keuangan) terus ke sini (APBD Kota Solo),” jelas Gibran dijumpai di depan kantornya, Senin (2/1/2023).
Baca juga: Dapat Dana Hibah Rp230 Miliar Dari Pemerintah UEA, Gibran Akan Gunakan untuk Ini
Selain menandatangani MoU dana hibah, suami Selvi Ananda itu juga mendapatkan bantuan dana untuk membangun Islamic Centre yang nantinya juga dibangun di kawasan yang sama dengan Masjid Sheikh Zayed Solo.
“Yang Islamic Centre ini beda lho dengan dana hibah 15 juta US$. Yang dana hibah ini khusus untuk penataan kawasan, pendidikan, dan kemiskinan di Solo,” jelasnya.
Gibran kemudian menyebutkan kembali beberapa hal yang akan menggunakan dana hibah tersebut.
“Dana hibah yang 15 juta US$ nanti untuk RTLH, pengaspalan jalan lingkungan, GOR Indoor Manahan yang mangkrak, lalu untuk Puskesmas, Posyandu, sekolah-sekolah,” rincinya.
Baca juga: Presiden UEA dan Jokowi Resmikan Masjid Syeikh Zayed Solo
Selain itu, Gibran juga menceritakan beberapa hal yang ia lakukan selama di Abu Dhabi. Selain bertemu dengan menteri-menteri UEA, ia juga bertemu dengan duta besar UEA dan juga ke MBZ University.
“Ketemu menteri, ketemu dubes, pangeran, MBZ University, dateng ke beberapa museum yang nanti bisa diterapkan di Museum Pedaringan dan Islamic Centre,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

