BETANEWS.ID, KUDUS – Dua pria terlihat merangkai dua ban truk berukuran besar di jalan permukiman yang terendam banjir di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Setelah terangkai, ban itu kemudian diberi diberi papan kayu dan lalu diikat menjadi sebuah rakit untuk aktivitas transportasi kala banjir.
Menurut salah satu pembuat rakit, Muhammad Torik, tujuannya membuat alat itu karena ia tak mau mengungsi, dan banjir di dukuhnya itu biasanya berlangung lama.

“Kami tidak mengungsi. Oleh karenanya kami membuat rakit dari ban dan kayu untuk transportasi. Setiap terjadi banjir, surutnya akan lama bahkan hingga berbulan-bulan,” ujar Torik kepada Betanews.id, Senin (2/1/2023).
Baca juga: Ratusan Rumah di Jati Wetan Terendam Banjir, Surutnya Bisa Berbulan-Bulan
Selain untuk transportasi keluarganya, lanjut Torik, rakit tersebut juga akan dibuat untuk membantu tetangga yang membutuhkan, sehingga mereka tidak perlu jalan kaki menerjang banjir dan kebasahan.
“Rakit dari ban ini kuat, setidaknya untuk tiga orang,” bebernya.
Warga lain yang juga membuat rakit dari ban truk dan kayu adalah Antok. Antok mengaku membuat rakit karena banjir sudah cukup tinggi. Bahkan, tinggi banjir di rumahnya sekitar satu meter. Selain itu, banjir yang terjadi diperkirakan akan lama surutnya.
“Karena air banjir makin tinggi dan diperkirakan lama jadi kami memutuskan untuk membuat rakit. Rakit ini nanti kami gunakan untuk transportasi,” ujar Antok.
Meski rumahnya kebanjiran cukup tinggi, Antok dan keluarga tak berniat untuk mengungsi. Sebab, ia dan keluarganya merasa nyaman tinggal di rumahnya dan tidak bersama banyak orang.
Baca juga: Terendam Banjir Hampir Satu Meter, Terminal Jati Kudus Ditutup Sementara
“Dukuh kami sudah lama jadi langganan banjir. Kami juga tak terbiasa mengungsi. Oleh karenanya kami memutuskan bertahan di rumah dan untuk transportasinya kami menggunakan rakit,” pungkasnya.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus. Warga Desa Jati Wetan, Kecamacatan Jati yang terdampak banjir kurang lebih ada 1.860 jiwa. Sementara yang mengungsi ada 233 jiwa, sementara sisanya meilih bertahan.
Editor: Ahmad Muhlisin

