BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara siap memfasiliasi kepulangan 88 kepala keluarga asal Pulau Karimunjawa. Pasalnya, mereka sudah hampir sepekan tertahan di wilayah daratan, akibat belum bisa terlayani penyeberangan dari Pelabuhan Kartini. Kondisi ini akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Penjabat (PJ) Bupati Jepara Edy Supriyanta mengatakan, warga yang belum bisa pulang itu mendapat berbagai macam bantuan dari berbagai sumber, seperti dari Baznas memberikan santunan satu KK Rp500 ribu, PMI memberikan makanan dan minuman, dan Dinsospermasdes berupa sembako.
Bantuan itu guna menjamin ketersediaan logistik mereka selama di wilayah daratan, sembari menunggu jadwal kapal ke Kepulauan Karimunjawa. Sebab, pemerintah daerah telah menyiapkan skema untuk memfasilitasi kepulangannya.
Baca juga: Alhamdulillah, 490 Wisatawan yang Terjebak Cuaca Buruk di Karimunjawa Berhasil Dievakuasi
Skema kepulangan tersebut dikatakan Edy, dijadwalkan pada Jumat (30/12/2022) menggunakan kapal milik PT Pelni. Di samping difasilitasi pengantaran, pihak Polres Jepara pun siap membantu pengawalan sampai tujuan.
“Jumat dengan Pelni pukul 23.00, kita antarakan dan kawal sampai tujuan,” tuturnya.
Camat Karimunjawa Muslikin, termasuk di antara mereka yang tertahan tak bisa pulang. Ia menyampaikan, rerata sudah hampir sepekan berada di wilayah daratan, yaitu sejak penyeberangan terakhir pada Kamis (22/12/2022). Tujuan warganya ini beragam, ada yang urusan pekerjaan, berbelanja, maupun ada yang besuk keluarga.
“Dalam bertahan, selama itu warga ada yang tinggal di rumah keluarganya, ada pula yang mengontrak di rumah susun,” kata dia.
Baca juga: Australia Beri Bantuan Ambulans Laut untuk Warga Karimunjawa
Salah satu warga, Nur Huda merasa bersyukur bisa mendapatkan bantuan tersebut, termasuk difasilitasi kepulangan oleh pemerintah. Ia menyeberang untuk bertemu anaknya di Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan.
Mantan Petinggi Karimunjawa, Arif Rahman, juga menjadi salah satu yang belum bisa pulang ke wilayah kepulauan. Sebelumnya, ia telah menyeberang sejak 17 Desember 2022 untuk mengikuti serah terima jabatan petinggi di Pendopo Kartini.
“Kemarin ada urusan dulu jadi tidak langsung pulang, dan rencananya Jumat kemarin,” kata dia.
Editor: Ahmad Muhlisin

