BETANEWS.ID, JEPARA – Ratusan siswa SMPN 2 Jepara diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima dari SPPG Bandengan 5, Jepara.
Mereka diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG yang diterima pada Senin (3/8/2026).
Penanggung Jawab MBG SMPN 2 Jepara, Dwika Bagus Satria, mengatakan dugaan keracunan itu baru diketahui pihak sekolah pada Selasa (4/8/2026), saat banyak siswa tiba-tiba izin ke toilet ketika jam pelajaran berlangsung.
Beberapa siswa melaporkan mengalami diare, mual, dan tubuh lemas sehingga harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS PKU Aisyiyah Jepara. Terdapat empat siswa yang dibawa ke UGD. Mereka tidak sampai menjalani rawat inap dan hanya disarankan menjalani rawat jalan.
“Kejadiannya (dugaan keracunan) ketahuannya Selasa (4/8) dari menu MBG yang diterima hari Senin (3/8),” ungkap Dwika saat ditemui di SMPN 2 Jepara, Rabu (5/8/2026).
Menu MBG yang diberikan saat itu berupa beef teriyaki, tumis labu siam dan wortel berbumbu kuning, tempe goreng, serta semangka. Jumlah penerima MBG di SMPN 2 Jepara mencapai 1.127 orang.
Namun, yang melapor dan diduga mengalami keracunan sebanyak 123 penerima manfaat, terdiri atas 110 siswa dan 13 guru.
“Kalau dari laporan yang disampaikan wali kelas, yang kemarin terdampak, kondisinya hari ini juga sudah membaik. Meskipun masih ada satu siswa yang izin sakit, yang kemarin masuk UGD,” katanya.
Dwika melanjutkan, sekolahnya menerima menu MBG dari SPPG Bandengan 5 sejak Maret tahun ini atau sekitar lima bulan terakhir. Sebelumnya, sekolah tersebut menerima MBG dari SPPG Pengkol, Jepara.
“Karena yang di Pengkol ini sudah over penerima, akhirnya SMPN 2 Jepara dialihkan ke SPPG Bandengan 5,” sebut Dwika.
Pendistribusian menu MBG di SMPN 2 Jepara biasanya dilakukan pada siang hari sekitar pukul 11.00–11.30 WIB.
Sementara itu, Kepala SPPG Bandengan 5, Tholib Shiddiq, mengatakan jumlah porsi MBG yang dikelola dapurnya sebanyak 2.144 porsi yang diperuntukkan bagi siswa TK, SD, MI, SMP, serta B3.
Karena jenjang SMP termasuk kategori porsi besar, Tholib mengatakan proses memasak untuk porsi tersebut dilakukan terakhir, bersamaan dengan penerima MBG kategori B3, yakni sekitar pukul 04.00–07.00 WIB.
“Jam masak untuk porsi besar dan kecil ini kita bedakan, karena proses pendistribusiannya jamnya kan beda. Untuk di SMPN 2, proses masak dan pendistribusian bareng sama B3. Namun, yang melapor hanya dari SMPN 2,” katanya.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada penerima yang menjadi korban dugaan keracunan, Tholib mengatakan pihaknya memberikan kompensasi berupa bantuan biaya rawat jalan bagi empat siswa yang dilarikan ke UGD. Sementara bagi siswa dan guru yang kondisinya tidak terlalu parah, pihaknya memberikan uang untuk berobat sebagai bentuk permohonan maaf.
“Saya mewakili pihak dapur, kami tetap bertanggung jawab. Ada kompensasi yang kami berikan kepada korban yang mengalami dugaan keracunan,” katanya.
Pihaknya juga telah mengirimkan sampel menu MBG pada hari Senin kepada pihak puskesmas untuk diperiksa di laboratorium.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, mengatakan pada Selasa (4/8/2026) pihaknya telah menerima sampel menu MBG dari SPPG Bandengan 5.
“Iya, sampelnya sudah kami terima dan saat ini sedang diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jepara. Hasilnya diperkirakan keluar dalam 3–7 hari,” katanya.
Editor: Kholistiono

