BETANEWS.ID, KUDUS – Kelompok Kajian Teater Tigakoma Universitas Muria Kudus (UMK) mementaskan naskah Umang-Umang karya Arifin C Noer di Auditorium UMK, Sabtu (24/12/22) pukul 19.00 WIB. Dalam pentas produksi ke-17 itu, mereka mementaskan lakon kala kemiskinan berubah bentuk jadi kejahatan.
Dramaturgi Teater Tigakoma Dhani Azzra menjelaskan, naskah ini berkisah bagaimana ketika ruang-ruang yang tidak nyaman lagi bagi orang miskin bisa mengubah mereka jadi orang-orang jahat. Mereka bertahan hidup dengan cara mereka sendiri, termasuk dengan melakukan kejahatan.

“Ketika tidak ada lagi ruang-ruang bagi kemiskinan, maka ia akan mengubah bentuk jadi kejahatan,” katanya.
Baca juga: Usung Judul ‘Jeritan-jeritan Kebisuan’, Teater Tigakoma Angkat Isu Kesehatan Mental
Sutradara pentas, Eko Baharuddin menambahkan, naskah ini menggambarkan tentang keabadian kemiskinan. Keabadian yang menjadi sifat ambisius hampir sebagian banyak umat manusia.
Di sisi lain, dalam pertunjukan ini pihaknya berkolaborasi dengan angkatan lintas generasi di luar alumni dan pemuda-pemudi yang berada di lapisan struktural organisasi Teater Tigakoma. Mereka bahu-membahu untuk merancang pertunjukan yang lebih segar demi terciptanya jembatan yang akan menghubungkan resonansi pertunjukan menuju jiwa para penonton.
“Pentas ini bertabur aktor muda energik dan aktor senior yang matang, sehingga bisa menjadi kolaborasi yang patut disaksikan,” tuntasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

