Cerita Rudi Berdayakan Emak-Emak di Desanya untuk Produksi Teh Daun Kelor yang Hasilnya Menjanjikan

BETANEWS.ID, KUDUS – Yohanes Rudianto (24) terlihat sedang menjemur daun kelor di pekarangan rumahnya yang berada di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Daun-daun itu merupakan hasil petikan tiga orang emak-emak yang bekerja padanya.

Di rumah sekaligus tempat produksi itulah Rudi memberdayakan para tetangganya untuk membuat the daun kelor. Salah satu tumbuhan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan oleh warga desanya.

Teh Daun Kelor Yoru yang punya banyak khasiat kesehatan untuk tubuh. Foto: Sekarwati.

Ia mengatakan, awal muncul ide membuat teh celup daun kelor Yoru ketika dirinya masih duduk di bangku perkuliahan dan mendapatkan program KKN Mandiri pada 2020. Saat itu, ia telah menciptakan banyak produk seperti kapsul, masker, dan teh. Lalu ia coba sosialisasikan kepada masyarakat tentang manfaat yang ada dalam tumbuhan daun kelor.

-Advertisement-

Baca juga: Teh Daun Kelor Produksi Rudi yang Punya Segudang Manfaat untuk Tubuh

“Latar belakang ku kan farmasi. Selain mempelajari obat kimia juga mempelajari tanaman herbal. Nah pas ada KKN mandiri di desa masing-masing, saya mencari sesuatu yang sehat dan bisa menjaga imunitas mereka masa pandemi Covid-19, kemudian ketemu daun kelor,” katanya pada betanews.id, Kamis (15/12/2022).

Tidak hanya itu, pada 2022 Desa Karangrowo mengikuti lomba desa dan mengusulkan ide Rudi untuk dijadikan produk unggulan desa. Berkat usahanya itu, Desa Karangrowo meraih juara dua dan mendapat apresiasi dari istri Bupati Kudus Mawar Hartopo.

“Mulai dari situ, sedikit demi sedikit mulai mengurus usaha teh celup dan sekarang sudah punya PIRT,” imbuhnya.

Memilih daun kelor sebagai produk usahanya bukan tanpa alasan. Rudi menerangkan, daun kelor justru memiliki banyak kandungan yang sangat baik untuk tubuh, seperti asam amino, kaya akan gizi dan vitamin, dan baik untuk imunitas tubuh.

“Kebanyakan warga menggunakan tumbuhan kelor sebagai tanamam pagar rumah dan sawah. Kadang juga untuk makanan kambing, malah tidak dikonsumsi sendiri. Jadi saya memanfaatkan itu,” terangnya.

Baca juga: Rutin Kirim ke Taiwan dan Hong Kong, Teh Daun Kelor Mahakarya Mulya Jadi Bisnis Sampingan TKW

Berkat usahanya itu, kini teh celup daun kelor yang dijual Rp20 ribu per bungkus itu telah terjual laris hingga ke luar Kudus, seperti Bekasi dan Lampung. Bahkan, sekali produksi ia bisa menghasilkan 70 bungkus teh celup.

Meskipun terbilang baru, Rudi berharap usahanya ini dapat berkembang luas dan lebih baik lagi, sehingga bisa memberdayakan masyarakat Desa Karangrowo.

“Target ke depan pemasaran semakin luas, terutama tenaga SDM. Kemudian produksi daun kelor bisa bervariasi menjadi kapsul kelor, makser kelor, dengan izin tentunya,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER