BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku siap membantu revitalisasi bangunan di Keraton Kasunanan Surakarta yang rusak parah. Namun, ia bisa membantu juka konflik internal antara Lembaga Dewan Adat (LDA) dan Paku Buwono XIII sudah selesai.
“Saya nggak tahu dinamikanya seperti apa, kalau ada sedikit gesekan diselesaikan dulu. Monggo diselesaikan dulu kami nggak berani intervensi,” katanya saat ditemui di Balai Kota Solo, Rabu (22/12/2022).
“Pembangunan eksekusi cepet, kalau mau dikasih contoh Mangkunegaran itu contoh yang sudah kami kolaborasi dengan Gusti Bhre. Pokoknya tugasku bantu yen dikon bantu aku berangkat, carikan solusi tapi. Kalau masih ada kendala internal selesaikan dulu. Saya nggak mau ikut-ikut,” tegasnya.
Sebelumnya, Putri Pakubuwono XII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari berharap Gibran bisa menerima masukan soal renovasi dan pemanfaatan bangunan Keraton Solo yang terbengkalai.
Wanita yang akrab disapa Gusti Moeng itu mengaku bahwa ia sudah memiliki sebuah grand design. Rancangan tersebut merupakan hasil kajian dengan Universitas Gajah Mada (UGM) terkait penataan keraton Kasunanan Surakarta sejak 1994 silam.
“Grand Designnya dari UGM sekitar tahun 1994 dan masih cukup relevan untuk diterapkan. Tinggal buka saja yang mana yang mau mulai diperbaiki,” katanya di Keraton Kulon Keraton Kasunanan Surakarta, Selasa (20/12/2022).
Grand design seluas 3,5 hektar tersebut meliputi penataan keraton secara keseluruhan. Menurutnya, desain itu dapat mengembalikan ruh keraton sebagai pusat kebudayaan Jawa.
“Renovasi terakhir yang dilakukan dan masih menggunakan grand design tersebut terjadi pada tahun 2017. Sedikitnya ada 17 bangunan yang direnovasi,” paparnya.
Gusti Moeng mengatakan, bangunan-bangunan keraton yang saat ini terbengkelai bisa dimanfaatkan untuk pendidikan perempuan dan pendidikan pra nikah.
“Sudah perencanaan seperti itu. Orang mau nikah seminggu disekolahkan di sini dulu, diberi training dulu. Karena seperti yang terjadi, keraton semakin lama semakin tidak ada yang memakai,” jelasnya.
Baca juga: Di Balik Megahnya Keraton Solo Ternyata Ada Banyak Bangunan Rusak, Termasuk Tempat Tinggal Raja
Maka dari itu, Gusti Moeng berharap bisa bertemu langsung dengan Gibran untuk berbicara terkait Keraton. Ia mengaku telah melayangkan surat permintaan pertemuan dengan Gibran setengah tahun lalu.
Gusti Moeng juga mengaku tidak keberatan jika pihak Sinuhun Ingkang Jumeneng (SIJ) Paku Buwono XIII ikut bergabung dan bersama-sama membicarakan masalah keraton. Ia ingin agar Keraton Kasunanan moncer kembali tanpa menyentuh ruangan-ruangan inti dari seperti taman pusaka.
“Saya menunggu hampir setengah tahun, saya sudah minta untuk menghadap Mas Gibran. Tapi tidak dijawab sampai sekarang. Kalau dianggap ada 3 sisi ya ditakoni jangan hanya sisi sana,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

