BETANEWS.ID, KUDUS – Ifta Husniati (22) terlihat sibuk membuat ceker dan beberapa menu lain pesanan pelanggan. Siang itu, outletnya yang berada di Gang Mawar, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, memang tampak ramai oleh pelanggan yang datang silih berganti.
Usai melayani pelanggan, Ifta sapaan akrabnya bersedia menjelaskan usaha kuliner pedas yang dirintisnya sejak 2020. Katanya, ia tertarik dengan usaha kuliner karena kegemarannya yang hobi makan makanan pedas.

“Saya suka banget sama makanan pedas, lalu saat itu coba-coba masak ceker di rumah. Beberapa kali masak sampai saya kasih ke saudara, mereka bilang enak, terus tak coba jual di Facebook. Mulai itu langsung kepikiran dijual aja,” katanya, Jumat, (02/11/2022).
Baca juga: Ingin Urus Anak Lebih Maksimal, Vita Pilih Resign dari Pabrik dan Rintis Usaha Steamboat
Ifta lantas iseng memposting foto ceker dan kepala ayam buatannya di Facebook. Ia membubuhkan kata open pre-order untuk kedua menu itu dengan tambahan nama setan yang menunjukkan tingkat pedas menu tersebut.
“Iseng posting, bikin pre-order seminggu, karena waktu itu saya masih kuliah juga jadi hanya punya waktu luang pas weekend. Ternyata responnya lumayan meskipun tidak langsung banyak,” sambungnya.
Ia mengaku, kian hari pesanan ceker dan kepala ayam setan itu semakin banyak. Ia mulai membaca adanya peluang usaha yang menjanjikan. Apalagi, saat itu ia merasa didukung dengan kondisi pandemi yang membuatnya memiliki banyak waktu untuk merancang usaha.
“Saat itu, kebetulan langsung ada pandemi jadi seringnya kelas online. Mulai keliatan prospek jualannya. Setahun kemudian saya berpikiran buka outlet di sini,” jelasnya.
Baca juga: Dari Coba-Coba, Tiara Tak Menyangka Bisa Punya Usaha Pizza yang Selalu Ramai Pembeli
Mahasiswa tingkat akhir IAIN Kudus itu kemudian membuka outlet di 2021, lantaran banyaknya permintaan pelanggan serta keinginannya untuk mandiri dengan miliki usaha sendiri.
Iftah juga menyebut, pertimbangan pemilihan lokasi karena dirinya masih sering ke kampus untuk bimbingan serta letaknya yang strategis, yakni di antara dua kampus dan banyaknya kos-kosan di sekitarnya.
Kini, di outlet itu Ifta menyediakan beberapa pilihan menu pedas. Selain ceker setan dan kepala ayam setan, adapula mi setan, pentol setan hingga dimsum setan. Setiap hari, setidaknya Iftah bisa menjual hingga 40-70 porsi.
“Harapannya bisa membuka cabang lagi di dekat kota dan makin lancar,” tandas warga Desa Prambatan Lor, Kaliwungu itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

