31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Peringati HUT ke-23, DWP Kota Semarang Gelar Fashion Show

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dalam rangka merayakan Hari Jadi ke-23 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Semarang menggelar fashion show di Ruang Lokakrida Gedung Moch Ihsan Balai Kota Semarang pada Rabu (7/12/2022).

Kegiatan yang bertajuk “Membangun Perempuan Cerdas untuk Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital” ini, bertujuan untuk mendorong para desainer lokal bangkit paska pandemi untuk pemulihan ekomoni di Kota Semarang.

Ketua DWP Kota Semarang Lies Iswar Aminuddin menerangkan, lewat kegiatan hari ini, ia berharap anggota DWP Kota Semarang bisa menjadi perempuan yang multitasking. Khususnya untuk membangun Kota Semarang di era digital.

-Advertisement-
DWP Kota Semarang mengadakan fashion show. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga: DWP Papua Akrab Nari Yospan Bersama Atikoh Ganjar saat Kunjungi Jateng

“Menjadikan perempuan DWP ini menjadi lebih cerdas, lebih bisa mengantisipasi kondisi situasi masyarakat saat ini, terutama di era digital. Harus bisalah bergelut di bidang digitalisasi, kemudian juga menjaga dampak positif maupun dampak negatif terkait dengan adanya era digitalisasi,” terangnya saat ditemui dalam acara HUT DWP ke-23 Rabu (7/12/2022).

Pihaknya mengatakan, hal ini merupakan tugas yang cukup berat bagi Dharma Wanita. Sebab harus memiliki peran ganda dan harus bisa multitasking, karena tidak hanya untuk diri sendiri maupun keluarga, tetapi juga untuk masyarakat.

“Karena itu kita menggandeng organisasi yang lain, dan OPD untuk bersama mebangun Kota Semarang dari berbagai sektor,” ujarnya.

Mengenai peran yang telah dilakukan DWP Kota Semarang sejauh ini, Lies mengaku pihaknya baru-baru ini ditetapkan sebagai satu-satunya organisasi perempuan oleh KPK RI yang aktif sebagai agen perempuan antikorupsi.

“Kita kemarin yang unggul itu ditunjuk sebagai agen perempuan anti korupsi, seluruh OPD sudah kita sosialisasikan dan kita ini satu-satunya organisasi wanita, darma wanita se-Indonesia yang diakui oleh KPK yang paling aktif sebagai agent perempuan anti korupsi,” paparnya.

Di sisi lain, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga dilakukan. Salah satunya dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dari sisi ekonomi.

“Sehingga ada pelatihan-pelatihan yang sifatnya interpreneurship bagi mereka. Kemudian selain itu kita juga mengembangkan produk-produk yang sudah ada di masyarakat. Seperti hari ini kita tampilkan fashion show yang bekerja sama dengan IKM fashion yang ada di Kota Semarang. Kita ikut mempromosikan, bahwa itu adalah produk lokal fashion, desainer Kota Semarang,” ujarnya.

Baca juga: Bantu Atasi Inflasi, PKK Diminta Edukasi Pemanfaatan Lahan Sempit

Lies menambahkan, dalam gelaran acara peringtan HUT DWP ke-23 kali ini, Kota Semarang menggandeng 12 desainer lokal. Mereka merupakan desainer yang targabung dalam Semarang IKM Fashion yang di inisiasi oleh Pemerintah (Pemkot) Kota Semarang.

Salah satu desainer, Miss Ayu mengungkapkan, dalam menyiapkan fashion show ini ia diberi waktu oleh DWP Kota Semarang selama satu bulan. Pada fashion show ini ia menggunakan bahan tradisional khas Indonesia, Batik Parang Kawung yang didesain menjadi modern looks Njagong.

“Siap pakai dengan desain yang terus mengikuti tren terkini, memadupadankan bahan batik Soganparang, Kawung dan kain aifon hitam dan bordir yang mempermanis yang mengenakan. Saya mengangkat tema tradisional Indonesia dalam penampilan mereka di tengah kesibukan sehari-hari,” katanya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER