BETANEWS.ID, KUDUS – Lapak tenda bewarna merah yang bertuliskan Steamboat dan Takoyaki tampak ramai dikerubuti pembeli. Lapak yang berada tepat di depan kantor Disbudpar Kudus itu menawarkan jajanan kekinian.
Pemilik lapak yakni Pravita Sari mengatakan, ia memulai jualan sejak dua pekan yang lalu dan langsung menjadi pilihan pembeli lantaran jarang sekali yang berjualan jajanan seperti itu. Menurutnya, jajanan itu hanya ditemui saat ada event dan di Kudus kebanyakan jajanan aneka seafood yang dibakar.

Baca juga: Masabi Food & Drink, Tempat Cari Jajanan Korea dan Jepang yang Lagi Hits di Kudus
“Kebanyakan kalau di Kudus menjual jajanan aneka seafood seperti ini dibakar. Saya mencoba berbeda dengan yang lainnya dan ternyata respon bagus dari pembeli. Sebenarnya jajanan ini ditemui saat ada event tertentu dan tidak dijual di hari-hari biasa seperti ini,” beber wanita yang akrab disapa Vita kepada Betanews.id, Selasa (29/11/2022).
“Steamboat sendiri adalah jajanan aneka seafood yang dikukus dengan dikasih saus di wajan,” terangnya.
Dia menjelaskan, di sana ia menjual tak hanya steamboat saja, namun juga ada Takoyaki, jajanan khas Korea yang dijualnya dengan harga merakyat. Katanya, untuk harga Steamboat bervariasi, mulai dari Rp 2,5 ribu sampai Rp 5 ribu per tusuknya. Sedangkan untuk Takoyaki dibanderol dengan harga Rp 5 ribu per porsi yang berisi lima.
“Untuk peminat semua kalangan suka semua mas, dari anak-anak hingga dewasa. Kemudian, kedua jajanan ini tidak ada yang dominan, karena keduanya disukai semua,” ungkap wanita yang tercatat sebagai warga Desa Ngemplik Wetan RT 7 RW 1, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak tersebut.
Baca juga: Mulai Rp 5 Ribu, Kuliner Khas Jepang di Kedai Eiji Yatai Kudus Ini Wajib Kamu Coba
Lapak yang buka mulai pukul 10.00 hingga pukul 16.00 WIB itu, bisa menjual antara 72 sampai 96 porsi Takoyaki dan 50 tusuk Steamboat. Menurutnya, usaha yang terbilang baru itu memiliki prospek bagus, lantaran baru dua pekan jualan ada perkembangan yang sangat bagus.
“Pertama jualan itu habis seperempat kilo adonan Takoyaki, itu pun saya makan sendiri juga. Karena pertama kan belum banyak yang tahu juga. Tapi Alhamdulillah sekarang seharinya bisa jual 3 sampai 4 kilogram adonan. Kalau untuk Steamboat saya tidak pernah hitung sampai habis berapa tusuknya,” jelas ibu dua anak tersebut.
Editor: Kholistiono

