BETANEWS.ID, KUDUS – Dua bulan menjelang tutup tahun anggaran 2022, realisasi pendapatan dari Perusahaan Daerah (PD) Apotek Pemda Kudus baru mencapai Rp 2.878.558.345. Jumlah tersebut, masih cukup jauh dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tahun ini ditarget sebesar Rp 4 miliar.
“Sampai bulan Oktober mencapai 72 persen atau Rp 2.878.558.345. Target satu tahunnya Rp 4 miliar, begitu juga dengan tahun lalu. Harapannya sih mencapai target,” kata Jasiran, Direktur PD Apotek Pemda Kudus kepada Betanews.id, Rabu (9/11/2022).

Baca juga: Ternyata, PD Apotek Kudus Hanya Ditarget Laba Rp 55,1 Juta Dalam Setahun
Menurutnya, yang menjadi penyebab susahnya mencapai target ada beberapa faktor. Di antaranya saingan antarperusahaan apotek dan kenaikan kasus Covid-19. Termasuk dengan ancaman inflasi yang membuat apotek susah untuk menaikkan harga.
“Kendalanya itu karena saingan, Covid-19 juga mempengaruhi. Saya mau naikkan saya tidak berani, apalagi ada ancaman inflasi,” imbuhnya.
Untuk mencapai target, Jasiran menerangkan, pihaknya akan melakukan beberapa upaya, yakni mengajak komunikasi dengan pihak BPJS Kesehatan dan dokter rumah sakit di Kabupaten Kudus untuk saling kerja sama dalam menyelesaikan masalah tersebut.
“Upaya untuk mencapai itu, pertama seperti berkomunikasi dengan BPJS dan mencari tambahan-tambahan, karena memang faskes pertama itu memang sulit, sebab memang itu wilayahnya BPJS. Secara individu bagian pemasaran bisa ketemu ke dokter-dokter spesialis,” terangnya.
Baca juga: Pendaftaran Direksi PDAM dan PD Percetakan Kudus Ditutup, Jumlah Pelamar Masih Misteri
Meskipun sisa dua bulan pada akhir tahun 2022 ini, Jasiran optimis mencapai target tersebut. Akan tetapi, untuk saat ini laba kerjanya baru tercapai.
“Belum tercapai anggaran tapi tercapai laba kerjanya tercapai, hanya anggaran Rp 4 miliar itu belum. Masih ada dua bulan Insya Allah kami berusaha keras,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

