BETANEWS.ID, SEMARANG – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak di berbagai sektor, tak terkecuali para pedagang buah grosir di Pasar Klitikan Semarang.
Salah satu pedagang buah grosir Pasar Klitikan Nurkholis mengaku, sudah satu bulan ia merasakan kenaikan ongkos kirim paska kenaikan harga BBM. Bahkan kenaikannya mencapai 50 persen.
“Setelah BBM naik, ongkos kirim jadi naik. Bahkan kalau saya merasa naiknya sampai 50 persen. Biasanya saya kirim Semangka dari Banyumas ke Semarang itu Rp 4 juta, sekarang Rp6 juta,” katanya.
Baca juga: Pedagang Buah di Pasar Klitikan Penggaron Keluhkan Luas Lapak yang Kecil
Meski demikian, ia menyebut belum menaikkan harga buah yang ia jual. Karena harga buah sendiri fluktuatif.
“Meskipun harga ongkir naik, tapi harga buah tidak saya naikkan. Karena buah itu kan fluktuatif, tidak bisa diprediksi. Kalau barangnya banyak ya harganya turun, kalau barangnya langka ya harganya naik, tergantung cuaca,” akunya.
Senada, pedagang buah lain, Saniyem (60) juga merasakan kenaikan ongkos kirim tersebut. Menurutnya ongkos kirim naik setelah adanya kenaikan BBM.
“Ongkos kirim naik. Biasanya kirim apel dari Malang ke Semarang hanya Rp 1,4 juta, sekarang jadi Rp 1,450 juta,” katanya.
Editor: Kholistiono

