BETANEWS.ID, KUDUS – Desa-desa di Kabupaten Kudus didorong untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pasalnya keberadaan BUMDes itu sangat penting untuk menuju kemandirian ekonomi desa ke depannya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kudus Adi Sadhono Murwanto mengatakan, jumlah desa di Kabupaten Kudus seluruhnya ada 123 desa. Dari jumlah tersebut, yang sudah memiliki BUMDes baru 66 desa.
“Jumlah BUMDes di Kudus baru ada 66. Oleh karenanya kami mendorong agar desa-desa di Kudus untuk membentuk BUMDes,” ujar pria yang akrab disapa Adi kepada Betanews.id, Jumat (30/9/2022).
Baca juga: PT Djarum Gelar Pelatihan untuk Penyegaran Bisnis BUMDes di Kudus
Adi menuturkan, BUMDes sangat penting bagi sebuah desa. Sebab, dengan adanya BUMDes, potensi desa bisa dikelola secara profesional. Sehingga diharapkan BUMDes bisa menjadi penopang perekonomian desa.
“Jika BUMDesnya maju dan usaha yang dikelola sudah nenguntungkan, otomatis hasilnya bisa digunakan untuk pembangunan desa atau pengembangan usaha dengan basis desa,” bebernya.
Untuk jangka panjang, lanjutnya, dengan BUMDes yang mampu berkembang bisa mennciptakan desa yang mandiri secara ekonomi. Alokasi Dana Desa tak lagi jadi sumber utama pengembangan desa.
“Kita juga tidak tahu Dana Desa itu akan ada terus atau tidak. Khawatirnya nanti ganti pemimpin ganti kebijakan dan menghapus dana desa,” kata Adi.
Meski mendorong agar desa di Kudus membentuk BUMDes, namun ia tidak ingin desa itu latah dalam pembentukan BUMDes. Ia pun meminta dalam pembentukan BUMDes harus mempertimbangkan benar terkait potensi desa tersebut.
“Jangan asal latah, tidak boleh itu. Misal desa satu membentuk BUMDes dengan pengelolaan sampah, kemudian desa lain meniru tanpa mempertimbangkan potensi, nah itu kami tidak berkenan,” ungkapnya.
Baca juga: 12 Desa di Kudus Ajukan Pendirian BUMDes
Dia mengatakan, BUMDes di Kudus ada beberapa yang potensinya bagus. Contoh di Desa Gondosari itu ada pengolahan sampah organik. Desa Bae ada bank sampah. Kemudian juga ada Desa Glagah Kulon yang BUMDesnya memiliki produk yakni madu.
“Kami akan mendorong untuk pembentukan BUMDes. Namun, kami juga tetap menegaskan agar pembentukan BUMDes harus benar-benar mempertimbangkan potensi. Agar BUMDes bisa maju dan tidak menyerap modal saja,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

