SEPUTARKUDUS.COM, JATI WETAN – Di lantai dua Hotel King’s Kudus, terlihat hamparan persawahan yang begitu asri mengelilingi setiap sudut hotel. Pepohonan berdaun lebat di sekitar area parkir kendaraan, menambah kesejukan suasana dan pandangan. Operasional Manager Hotel King’s Tris Suyitno menyatakan, keindahan panorama inilah yang membedakan hotel yang dia kelola dengan hotel lain di Kudus.

Kepada Seputarkudus.com, Tris begitu dia akrab disapa, menjelasakan, konsep hotelnya memang di buat sedemikian rupa, layaknya penginapan mewah. Taman di sekitar hotel sengaja dibuat, supaya terlihat asri dan suasana menjadi lebih hidup. Hal itu dilakukan, agar semua pengunjung yang hendak menginap merasakan kedamaian dan kenyamanan.
Baca juga: Hotel King’s Kudus, Fasilitas Kelas Berbintang dengan Harga Terjangkau
“Konsep kami minimalis tropis, dengan lebih menonjolkan keindahan alamnya. Ini yang membedakan hotel kami dengan yang lain. Pengunjung akan merasakan suasana damai pada saat pertama kali menginap. Dengan suguhan hamparan persawahan yang bisa dilihat dari lantai dua. Inilah keunggulan hotel kami,” ungkap Tris saat ditemui di hotel yang terletak di Jalan R. Agil Kusumadya, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus.
Dia mengatakan, terkait dengan jumlah pengunjung yang menginap tidak bisa ditentukan, terkadang setiap hari naik, kadang juga menurun. Namun dia menyatakan, dalam sehari jumlah tamu yang menginap rata-rata bekisar 50 persen dari jumlah kamar yang tersedia. “Kurang lebih 16 hingga 20 kamar yang terpakai dari total 32 kamar yang tersedia,” ujar Tris.
Pria yang sudah enam tahun menjabat sebagai Operational Manager ini memberitahukan, untuk meningkatkan sejumlah pengunjung yang datang, pihaknya melakukan berbagai langkah. Di antaranya, promosi melalui media online, elektronik, radio sekaligus memberikan potongan harga bagi pelanggan dia yang sudah sering menginap.
“Pelanggan kami banyak dari PT Pura, Djarum maupun Polytron yang sudah sering kerja sama dengan kami,” ungkapnya.
Dia menambahkan, peluang bisnis perhotelan untuk ke depan masih terbuka luas. Menurutnya, peluang tersebut terlihat dari adanya dua makam Walisongo yang sering dijadikan destinasi wisata religius. Tidak hanya itu, Kudus sebagai kota industri yang terletak di jalur pantura, membuat kalangan pebisnis dari luar kota sering datang untuk menginap di hotel.
“Kami meyakini, prospek ke depan akan semakin berkembang. destinasi wisata di Kudus juga sekarang sudah bertambah. Banyak pembangunan yang dilakukan pemerintah,” tambahnya.

