Resign Kerja dan Pilih Jualan Leker, Penghasilan Karin Kini Malah Lebih Gede

BETANEWS.ID, KUDUS – Karina (26) tampak sibuk melayani pembeli yang mampir di Outlet Terleke Leker miliknya di Jalan Raya Kudus-Jepara, Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Ia terlihat lihai menuangkan adonan ke atas loyang dan menaburkan beberapa toping untuk dijadikan kue leker.

Seusai membereskan pesanan pembeli, Karin bersedia menjelaskan bisnis kulinernya kepada betanews.id. Menurutnya, alasan mendirikan usaha tersebut karena tak tega meninggalkan anaknya saat bekerja. Ia kemudian memutuskan untuk resign dari admin Vendor dan memilih untuk berjualan kue leker.

Leker piza yang dijual Karin di Outlet Terleker Leker. Foto: Sekarwati

“Sebelumnya aku admin vendor pembikinan rekening bank BCA. Terus aku hamil dan cuti. Aku malah nggak tega ninggal anakku. Kupikir cuman sampingan di kios sebelah rumah, terus respon pelanggan baik dan banyak teman-teman mendukung,” kata warga Dukuh Bancak RT 1 RW 2, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu, Rabu (24/8/20222).

-Advertisement-

Baca juga: Tak Hanya yang Manis, Leker di Purwosari Ini Ada yang Rasanya Mirip Piza

Tidak hanya itu, keputusan membuka usaha kue leker juga lantaran hobinya yang suka jajan. Ia kemudian mencari resep di YouTube dan mengkreasikan toping untuk dijual kepada pelanggan.

“Saya suka sama leker. Jadi setiap pergi ke mana saya pasti beli leker. Terus suamiku pingin nyoba buatin, tak kasih yang varian asin piza, ternyata enak. Lalu aku coba jualan,” ujarnya.

Saat pertama kali membuka varian asin rasa Piza di Terleker Leker, lapaknya itu justru tak pernah sepi pembeli. Hal itu lantaran rasanya yang unik dan tidak dijumpai di penjual mana pun.

“Kalau menurut pelanggan, unik ya. Soalnya kan di sini masih jarang, leker yang asin. Jadi mereka penasaran sama yang beda,” terbangnya.

Baca juga: Pilih Resign untuk Pertahankan Usaha Ceker Nampar, Dina Kini Sukses Punya Pelanggan di Berbagai Daerah

Untuk satu kue leker dihargai Rp2 ribu sampai Rp8 ribu tergantung isian. Dalam sehari ia bahkan dapat menghabiskan hingga 2,5 kilogram tepung terigu, dengan keuntungan 60 persen dari penjualan.

“Penghasilannya malah bisa lebih dari gaji pas kerja sebelumnya. Meskipun yang namanya jualan ada turunnya, tapi lumayan sih hasilnya,” pungkas Karin.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER