Rektor UMS Pamer Mobil Listrik Ababil Karya Mahasiwa yang Akan Ikut Lomba di Mandalika

BETANEWS.ID, SOLO – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sofyan Anif kembali memberikan kejutan kepada para mahasiswa baru Pada acara EXPO UKM UMS 2022.

Sofyan Anif memasuki Euditorium UMS yang sudah berisi ribuan mahasiswa baru dengan mengendarai mobil listrik. Mobil berbentuk kapsul itu merupakan karya dari mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Electric Car Research Center (ECRC).

“Mobil listrik prototype Ababil Evo-3 ini, dirancang oleh mahasiswa UKM ECRC UMS yang terdiri dari mahasiswa prodi Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Teknik Industri,” kata Sofyan Anif.

-Advertisement-
Mobil listrik karya mahasiswa UMS. Foto: Ist.

Baca juga: Ada Sayembara saat Masta UMS Gelombang Kedua, yang Bisa Temukan Rektor Dapat Hadiah Sepeda

Menurutnya, ia menggunakan mobil tersebut saat memasuki ruangan adalah untuk mengenalkan kepada mahasiswa baru supaya tertarik untuk mengembangkan bakat dan minatnya di UKM.

Terpisah, Manajer Tim UKM ECRC UMS Dicky Rahman Saputra menjelaskan, mobil tersebut merupakan jenis prototype untuk lomba hemat energi.

“Mobil pertama dibuat pada 2017, ada perbaikan sampai yang ke tiga ini. Dengan bahan bakar listrik,” jelas Dicky.

Dicky menjelaskan, mobil berbentuk kapsul itu terbuat dari bahan alumunium 6061. Sedangkan bodi terbuat dari fabric glass, serta bahan baja di beberapa bagian vital.

“Kalau top speed bisa sampai 50 Km/jam lebih, tapi settingya kita batasi di 30 lebih, 35-38 kemarin kita tes di Dyno. K arena kita butuh efisiensinya, bukan top speednya. Kalau daya, kita belum sampai ngetes jam-jam ya, tapi bisa sampai 10 kilometer lebih dalam satu kali pegisian 2 sampai 3 jam,” paparnya.

Dicky menjelaskan, sebetulnya mobil tersebut bisa dibuat dalam waktu dua sampai tiga bulan saja. Mobil itu dibuat oleh tim yang berjumlah 30 orang dari UKM ECRC.

Ia juga menyebut, satu unit mobil Ababil Evo-3 membutuhkan biaya sekitar Rp 35 juta. Namun, untuk riset dan sebagainya, ia beserta tim membuttuhkan sekitar Rp 15 – Rp20 juta.

Berbagai prestasi juga sudah diraih oleh UKM ECRC UMS dengan mobil itu. Di 2017, saat mobil itu pertama kali dibuat sudah megikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) di Surabaya. Namun, saat itu masih Nihil. Kendati demikian, melalui ajang tersebut, Dicky beserta timya mendapatkan banyak masukan untuk mengembangkannya.

Baca juga: Apresiasi Mahasiswa Berprestasi, UMS Gelar Student Achievement Award

“2018 kita ke Jepang World Economove, kita dapat kategori pendatag baru terbaik. 2019 kita ada 2 mobil, KMHE di Malang. 2020 kita juara 2 kategori sistem kemudi dan rem,” katanya.

Dan pada 2022 ini, Dicky beserta tim juga berkesempatan untuk mengikuti Asia-Pasific Shell Eco Marathon yang digelar di Mandalika.

“Acaranya 11 Oktober besok. Kita sudah lolos administasi, tinggal confirm ke sana. Sama persiapan KMHE 2022,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER