SEPUTARKUDUS.COM, JANGGALAN – Mesin jahit terlihat terjajar di dalam toko yang berada di tepi Jalan Kiai Telingsing, Desa Janggalan, kecamatan Kota Kudus. Di antara mesin jahit tersebut tampak dua orang sedang memperbaiki mesin jahit. Tak lama berselang terlihat beberapa pelanggan datang membeli. Tempat tersebut merupakan toko jual beli mesin jahit milik Muhammad Tanwirul Muttaqin (33), yang memiliki beromzet 15 juta sehari.

Taqin begitu pemilik toko tersebut biasa disapa, mengungkapkan, saat ramai dirinya bisa menjual mesin jahit dan obras senilai Rp 15 juta sehari. Menurutnya, hal tersebut tak lepas dari harga mesin jahit khusus kancing yang sampai Rp 7 juta per unit dalam kondisi bekas. Bahkan ada yang lebih mahal untuk merek tertentu, kondisi bekas saja harganya bisa sampai mencapai puluhan juta rupiah per unit.
Baca juga:
“Pemasaran hanya dari mulut ke mulut, jadi tak butuh media sosial untuk memasarkan produk. Mesin jahit khusus kancing memang punya harga jual lumayan mahal. Satu unit mesin tersebut bekasnya saja ada yang berharga hingga Rp 30 juta per unit. Sehari bisa menjual satu atau dua unit mesin jahit kancing, omzetnya pasti lumayan,” ungkapnya kepada Seputarkudus.com beberapa waktu lalu.
Pria yang tercatat sebagai warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus itu mengungkapkan, di tokonya tersebut menyediakan mesin jahit bekas dan baru. Untuk mesin jahit kecil bekas dia jual dengan harga mulai Rp 350 ribu per unit. Sedangkan yang baru, dibanderol seharga Rp 1,3 juta per unit. Beda lagi dengan mesin jahit besar bekas, yang dia lepas ke pasaran dengan harga Rp 1,6 juta. Sedangkan dalam kondisi baru dijual mulai Rp 3 juta per unit.
“Aku juga menyediakan mesin jahit khusus kancing yang harga jualnya lebih mahal. Satu unit bekas aku jual mulai harga Rp 7 juta. Selain itu aku juga menjual mesin obras yang aku jual seharga Rp 2,8 juta per unit kondisi bekas, dan Rp 4 juta untuk satu unit baru,” ujarnya.
Selain menjual, Taqin juga bersedia membeli mesin jahit dan obras bekas dari orang lain. Menurutnya mesin jahit dan obras yang dijual kepadanya pasti dibeli dengan harga yang pantas. Dia juga menyediakan aneka sparepart untuk mesin jahit dan obras. Selain itu dirinya juga menerima servis aneka kerusakan untuk kedua mesin tersebut dengan ongkos servis mulai Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu.
Taqin mengatakan, dirinya dibantu dua mekanik yang ahli dan berpengalaman di bidang servis mesin jahit. Mereka juga sekaligus melayani para pelanggan yang datang. Selain menjual dan servis di toko, dia juga menerima antar jemput mesin jahit dan obras ke rumah pelanggan.
“Aku bersyukur usaha jual beli mesin jahit dan obrasku yang pemasarannya hanya dari mulut ke mulut, sekarang sudah memiliki banyak pelanggan. Dan aku berharap usahaku ini makin berkembang. Semoga saja rencanaku untuk membangun tokoku menjadi lantai dua cepat terlaksana. Agar aku bisa menyediakan lebih banyak mesin jahit dan obras kepada para pelanggan yang datang,” ungkapnya.

