BETANEWS.ID, SEMARANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan donor darah, Rabu (10/7/2022).
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Sumirah mengatakan, kegiatan ini dilakukan bukan hanya dalam rangka memperingati dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI serta HUT Provinsi Jateng saja, tetapi juga memberikan kesadaran kepada masyarakat, untuk lebih bersimpati. Karena satu kantong darah sangat berharga dan dapat menyelamatkan nyawa orang lain.
Baca juga: Antisipasi Berkurangnya Pendonor Darah saat Ramadan, PMI Kudus Lakukan Hal Ini
“Hari ini kita ada kegiatan donor darah untuk temen-temen OPD provinsi maupun masyarakat sekitar, dalam rangka satu ulang tahun RI. Kemudian ulang tahun Provinsi Jawa Tengah, jadi ini disatukan. Ini memang kerja sama dengan PMI, sehingga kita juga mendorong masyarakat untuk peduli, bahwa satu kantong darah itu bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” katanya.
Dalam progam ini, pihaknya pun sangat mengapresiasi para peserta yang iku berpartisipasi untuk ikut melakukan donor darah. Dirinya juga menjelaskan, pihaknya telah melakukan serangkaian agenda untuk memeriahkan HUT RI dan Provinsi Jateng dengan berbagai perlombaan tingkat internal dalam lingkup Dinas Kesehatan Jateng.
“Ini memang serangkaian acara, kemarin juga untuk rangkaian Agustusan, supaya temen-temen tumbuh kebersamaan dan nasionalisme, kita adakan lomba di internal Dinkes dengan UPT. Mulai olah raga voli, badminton, tenis meja, lomba yang lucu-lucu. Jadi ada lipsync, parodi, pencet balon, dan masak bapak-bapak,” jelasnya.
Baca juga: Ini Segudang Manfaat Donor Darah Plasma Konvalesen
Sementara itu, Arif Edi Mustofa, Koordinator Operasional PMI Jateng mengaku, bahwa pihaknya telah membatasi jumlah kantong darah pada kegiatan hari ini. Pasalnya PMI masih memiliki stok darah yang cukup. Sehingga hal ini dirasa perlu dilakukan agar tidak terjadi penimbunan yang berakibat kualitas darah tersebut rusak.
“Kita targetnya 70 kantong, ternyata yang donor 90-an, jadi sudah cukuplah. Dan pada prinsipnya PMI itu tidak mencari darah sebanyak-banyaknya, tapi mencari darah sesuai kebutuhan. Karena darah yang sudah diambil memiliki usia maksimal 35 hari,” jelasnya.
Arif menambahkan nantinya, stok darah yang telah terkumpul, akan didistribusikan ke bank darah di Kota Semarang. Sehingga dapat terdistribusi dengan baik.
Editor : Kholistiono

