BETANEWS.ID, KUDUS – Pendonor darah saat Ramadan diklaim bakal berkurang drastis di Kudus. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kudus pun melakukan antisipasi. Di antaranya memaksimalkan layanan mobile unit.
Kepala Unit Donor Darah PMI Kudus Arief Adi Saputro mengatakan, saat ini pihaknya memang memaksimalkan layanan mobile unit. Hal itu sebagai bentuk upaya jemput bola pendonor darah.
Baca juga : Stok Darah di PMI Kudus Tergolong Aman, Hari Ini Ada 148 Kantong
“Kami akan maksimalkan layanan mobile unit untuk jemput bola pendonor. Tujuannya untuk salah satu antisipasi minimnya pendonor saat Ramadan,” ujarnya kepada Betanews.id, Sabtu (19/3/2022).
Dia menuturkan, pendonor darah di Kudus memang lebih sedikit. Pendonor biasanya memilih datang pada malam hari atau setelah tarawih.
“Saya kurang tahu penyebabnya. Mungkin mereka khawatir, takut puasanya batal. Bisa juga takut lapar atau kekurangan cairan setelah donor,” ungkapnya.
Sayangnya, kata dia, menurunnya jumlah pendonor saat Ramadan tak diikuti permintaan darah. Ia mengklaim, permintaan darah rata-rata 1.500 kantong darah setiap bulannya.
“Bulan puasa permintaan darah tetap sama sekitar 1.500 kantong. Sedangkan pendonornya tak sebanyak itu,” terangnya.
Menurutnya, jika dihitung per hari, permintaan darah saat Ramadan ada 50 kantong. Sedangkan melihat kegiatan kegiatan donor darah PMI Kudus hanya mampu mengumpulkan 30 sampai 40 kantong darah sehari.
“Sebenarnya masih kurang. Jalan lain untuk memenuhi kebutuhan darah ya menggunakan donor dari keluarga pasien langsung,” ungkapnya.
Baca juga : Penuhi Stok Darah, PMI Kudus Layani Jemput Bola Pendonor
Ia berharap stok darah di PMI Kudus melimpah. Sehingga saat membutuhkan donor darah bisa lebih cepat. Sebab, proses donor darah pengganti membutuhkan waktu.
“Karena mengambil darah juga membutuhkan waktu. Pasien yang membutuhkan darah kan masih banyak. Mari membantu sesama dengan donor darah,” ajaknya
Editor : Kholistiono

