Meski Sempat Takut dan Histeris, Fitri Akhirnya Lega Bisa Berfoto Bareng Ular 2,5 Meter

SEPUTARKUDUS.COM, SIMPANG TUJUH – Sejumlah ular beragam jenis dan ukuran tampak dikerumuni banyak orang di Alun-alun Simpang 7 Kudus. Seorang wanita berjilbab biru tua terlihat mendekat dan meminta agar satu ular ditaruh di pundaknya. Namun, dia menjerit saat ular berukuran 2,5 meter diletakan di pundaknya. Tak beberaa lama kemudian, dirinya bisa beradaptasi dan berfoto bersama ular tersebut.

Fitri histeris saat ular diletakkan di pundaknya
Fitri histeris saat ular diletakkan di pundaknya. Foto Ahmad Rosyidi

Fitri Ratnasari (16), perempuan berjilbab biru tua tersebut. Dia sudi berbagi kesan kepada Seputarkudus.com tenatang  pengalaman pertamanya memegang ular. Dia mengku puas bisa memegang dan berfoto bersama ular. Meski sempat takut dan menjerit histeris, dia tidak merasa kapok.

“Tadi saya sempat menjerit histeris gitu. Mungkin karena ini pengalaman pertama, jadi saya reflek. Seneng sih, bisa mengobati rasa penasaran saya. Rasanya geli, tapi puas bisa foto bareng ular yang besar. Pengen lagi sih,” jelas warga Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kudus itu, pada Car Free Day (CFD) beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Fitri begitu dia akrab disapa, datang CFD bersama tujuh teman sekolahnya. Namun, hanya dia yang berani mencoba untuk memegang ular. Teman-temannya hanya berani ikut foto bersamanya.

Abdul Aziz (28), satu diantara sejumlah anggota komunitas Kota Reptil Kudus, mengungkapkan, komunitasnya membuat pertemuan rutin di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, tiap Minggu pagi di acara CFD. Tidak hanya berkumpul, komunitasnya juga memberi pengetahuan kepada masyaramat Kudus agar lebih mengenal reptil.

“Selain berkumpul, kami juga memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang reptil. Mana yang berbahaya, mana yang bisa menjadi sahabat manusia. Kalau ada yang ingin memelihara, kami juga mengajarkan cara perawatannya,” terang Aziz.

Aziz berbagi tips kepada pemelihara reptil, saat musim hujan seperti sekarang. Khusus bagi pemelihara ular, dia menyarankan untuk memperlama jarak pemberian makan ular. Karena saat musim hujan ular lebih lama mencerna makanan. Untuk pemula, menurutnya, lebih baik memelihara iguana. Selain lebih mudah perawatannya, hewan tersebut hanya makan sayur. Jadi biaya perawatannya lebih murah.

“Anggota kami saat ini ada 25 orang. Sekretariat kami di Desa Burian, RT 1, RW 1, Kota Kudus. Tiada ada syarat khusus untuk gabung, yang penting suka reptil. Tidak harus punya peliharaan hewan reptil. Selain itu mengisi formulir, dan membayar uang kas Rp 10 ribu per bulan. Uang kas digunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial,” ungkap warga Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER