BETANEWS, KUDUS – Setiap 1 Muharam, luwur yang merupakan kain penutup Makam Sunan Kudus dibuka. Seperti halnya yang dilakukan pada Sabtu (30/7/2022), sejak pagi pukul 06.00 WIB, prosesi pembukaan luwur dimulai.
Humas Panitia Buka Luwur Muhammad Haris mengatakan, kain yang digunakan untuk luwur merupakan jenis primis atau mori. Menurutnya, kain itu didapatkan dari sumbangan para donatur dan masyarakat.
Baca juga: 1 Muharam, Luwur Makam Sunan Kudus Dibuka
“Untuk luwur saya kira hampir sama dengan sebelumnya, yakni sekitar 1.500 meter kain yang dibutuhkan. Untuk jenis kainnya kita memakai jenis primis mori,” katanya pada betanews.id.
Menurut Haris, terdapat beberapa bagian kain yang diganti saat buka luwur. Mulai dari bagian dalam hingga bagian luar makam. Haris menjelaskan, kain-kain yang telah dilepas kemudian dibagikan kepada kiai dan panitia.
“Itu kan ada banyak, setidaknya ada enam. Yang pertama itu di dalam, mungkin ada yang lain jenis kompol, wiru, kemudian ada fitras bentuk segi empat yang menutup luar,” jelasnya.
Mengganti kain penutup Makam Sunan Kudus, katanya tidak dilakukan sembarang orang. Haris menuturkan, panitia harus dalam keadaan bersih dan suci. Baik proses pembuatan sampai penggantian kain, panitia diwajibkan wudhu terlebih dahulu.
“Biasanya untuk prosesi dan penggantian, itu wudhu dalam keadaan bersih dan suci. Termasuk pembuatan kain,” tuturnya.
Baca juga: Penggantian Luwur Makam Sunan Kudus Butuh 1.588 Meter Kain Mori
Selain itu Haris mengatakan, mendekati penggantian kain luwur nantinya, panitia baru akan dilatih terlebih dahulu. Tujuannya agar generasi muda mengetahui dan menjadi penerus dari tradisi itu.
“Panitia juga sebelumnya ada pelatihan semacam mengenalkan luwur itu dari senior dan sesepuh kepada generasi muda. Itu nanti pelaksanaannya dilaksanakan 5 Muharam sebelum pembuatan,” ujarnya.
Editor : Kholistiono

