BETANEWS.ID, SOLO – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menggelar Kirab Malam Satu Sura atau Muharam setalah dua tahun vakum karena pandemi Covid-19. Dalam agenda tahunan itu, pihak keraton akan mengkirab Pusaka Kiai Slamet dan Kebo Bule.
Pangageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Dipokusumo mengatakan, tahun ini rute kirab masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Kirab akan dimulai dari Kori Kamandungan Keraton Solo menuju Supit Urang. Setelah itu berjalan menuju Jalan Pakoe Boewono, Gapura Gladag menuju ke Jalan Jendral Sudirman, dan dilanjutkan menuju ke arah Timur ke Jalan Mayor Kusmanto.
Selanjutnya, kirab akan berbelok ke arah Selatan menuju Jalan Kapten Mulyadi, dilanjutkan berjalan ke Barat menuju Jalan Veteran, belok ke Utara menuju Jalan Yos Sudarso. Setelah itu, ke arah Timur menuju Jalan Slamet Riyadi dilanjutkan belok ke Selatan menuju Jalan Pakoe Boewono dan kembali ke Keraton.
Baca juga: Lima Kebo Bule Keraton Solo Dikarantina Jelang Kirab 1 Sura, Sebelumya Ada 2 yang Mati Karena PMK
Selain kirab, Gusti Dipo melanjutkan, pihaknya juga menggelar berbagai kegiatan lain seperti doa bersama, meditasi atau semedi, salat hajat di masjid dalam Keraton dan Masjid Agung, serta salat subuh.
“Mulai kirab 0.00 dan menjelang subuh baru selesai,” ungkap dia saat menggelar jumpa pers di Bangsal Marakata Keraton Solo, Kamis (28/7/2022).
Disamping itu, Menurut Gustio Dipo, Kirab Pusaka Malam Satu Sura dengan mahesa atau kerbau merupakan hal yang berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, kebo bule yang mengiring pusaka dalam kirab tersebut setiap tahunnya berubah-ubah.
Seperti diketahui, tujuh ekor kebo bule keraton sempat terinveksi penyakit kuku dan mulut (PMK). Namun, Gusti Dipo menerangkan bahwa untuk persiapan kirab tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Kota Solo untuk memastikan kebo bule yang akan diikutkan kirab dalam keadaan sehat dan sudah tervaksin.
Baca juga: Sejarah Kebo Bule Keraton Solo, Hewan Klangenan Pakubuwono II
“Agar bisa dilakukan kirab yakni kerbaunya dikarantina. Jumlah yang dikarantina lima. Semua dalam penanganan medis,” jelasnya.
Sementara itu, ditanya perihal berapa jumlah pusaka keraton yang akan dikirab, Gusti Dipo belum bisa memastikan. Namun, ia memastikan pusaka yang akan dikirab adalah Pusaka Kiai Slamet.
“Pusaka yang pasti ada Kiai Slamet,” sebutnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

