Sejak 2015, Pemprov Jateng Sudah Salurkan 35 Ribu Paket Jamban

BETANEWS.ID, GROBOGAN – Dinas Kesehatan Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan 35 ribu paket jamban sejak 2015. Paket bantuan itu terdiri atas semen, kloset, dan pipa paralon. Khusus 2022 ini, Pemprov Jateng sudah membagikan 7.181 ribu paket jamban gratis.

Salah satu yang mendapat manfaat program jambanisasi itu adalah warga Desa Lebak, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan. Dulunya, perilaku buang air besar sembarangan (BABS) di desa tersebut sangat tinggi. Mereka memilih hajat ke sungai, kebun (lahan liar) dan sebagian menumpang di rumah kerabat atau tetangga.

Kebiasaan itu mengakibatkan kerawanan penyebaran penyakit yang disebabkan lingkungan tidak bersih. Namun, kondisi tersebut mulai membaik setelah mendapat bantuan stimulan jamban di tahun 2020.

-Advertisement-

Rasmo misalnya. Sebelum dapat bantuan, Ia menceritakan susahnya saat hendak buang air besar. Dalam kondisi itu, ia harus ke sungai yang berada di sekitar rumahnya. Hal itu akan sangat merepotkan jika terjadi saat malam hari atau dalam kondisi hujan.

Baca juga: Sejak Ada Bantuan Jamban, Ratusan Warga Cilacap Kini Tak Lagi BAB di Sungai atau Numpang Tetangga

“Iya kalau malam susah tapi bagaimana lagi. Waktu hujan juga susah. Dulu sering sekali ketemu hewan liar seperti ular,” paparnya, Rabu (27/7/2022).

Sekarang, Rasmo bersyukur, bantuan stimulan jamban membuat hidupnya dengan keluarga lebih sehat dan nyaman.

Alhamdulillah sekarang lebih nyaman. Mau buang air besar kapan saja nyaman. Iya, lebih sehat,” imbuhnya.

Kepala Desa Lebak Kasman menyampaikan, bantuan stimulan jamban di desanya menyasar ke 283 kepala keluarga di tahun 2020. Saat ini, hampir semua warganya sudah memiliki jamban di masing-masing rumahnya.

“Semua (bantuan) sudah terealisasi. Ini sangat signifikan (kesadaran hidup sehat), dengan adanya jambanisasi karena warga kami sebelumnya memakai pola lama buang air besar di sungai, lahan liar, sembarangan. Sekarang sudah pada tempatnya,” ujarnya.

Kesadaran hidup sehat yang didukung sarana jambanisasi itu, dapat mengurangi kerawanan penyebaran penyakit di desanya.

“Kalau dulu terutama musim kemarau, itu sungai kering. Jadi, yang buang air besar sembarangan itu membuat lingkungan tidak nyaman,” imbuhnya.

Baca juga: Penurunan Kemiskinan di Jateng Terbesar Nasional, Gus Yasin Beberkan Rahasianya

Sanitarian Puskesmas Grobogan Arif Kurniawan mengungkapkam, kesadaran hidup sehat masyarakat karena jambanisasi mampu mengurangi penyebaran penyakit yang disebabkan lingkungan kotor.

“Kalau dulu penyakit yang disebabkan lingkungan kotor itu di dua besar untuk Kecamatan Grobogan. Tapi dengan adanya jambanisasi ini penyakit itu turun di rating empat. Di nomor satu masih ISPA,” paparnya.

Secara rinci, Arif menjelaskan bahwa lima besar penyakit rawat jalan di Puskesmas Grobogan, di antaranya ISPA jumlah 511 pasien, hipertensi 232 pasien, Myalgia 161 pasien, Dyspepsia 106 pasien dan Gastritis 78 pasien.

“Sebelumnya Dyspepsia di urutan kedua, sekarang sudah menurun di urutan empat,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER