31 C
Kudus
Jumat, Februari 20, 2026

Penuhi Kebutuhan Air Minum dan Sanitasi Aman, Pemprov Jateng Gandeng USAID

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggandeng United States Agency for International Development (USAID) Indonesia untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi aman bagi masyarakat.

Keseriusan ini ditandai dengan pertemuan antara Mission Director USAID Indonesia, Jeffrey P. Cohen dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen di ruang rapat Wagub, Selasa (26/07/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Mission Director USAID Indonesia, Jeffrey P. Cohen mengenalkan platform USAID, Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH) Tangguh. Menurutnya, program tersebut merupakan sebuah proyek untuk memeningkatkan akses pada layanan air bersih dan sanitasi. Diketahui proyek ini akan dilakukan selama lima tahun dan sudah dimulai April 2022 lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Kota Semarang Implementasikan Program CCBO-USAID

Selain progam layanan air bersih, Jefri menyebut ada juga program yang lainnya. Yakni progam mengatasi risiko terkait iklim seperti banjir dan kekeringan, serta membantu pemerintah daerah dalam memastikan data risiko dan langkah respon dalam pendekatan utilitas pasokan air dan pengelolaan sumber daya air.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, ada 8 kabupaten/kota yang akan menjadi target untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan institusi untuk melakukan pengelolaan terhadap air aman konsumsi.

Delapan wilayah tersebut antaranya, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Temanggung.

“8 wilayah yang dipilih Ini masih menunggu ketentuan Bappenas. Kita masih menunggu keputusan resminya. Tadi dalam pembicaraan, sejak kunjungan ini, USAID akan berkantor di Surakarta. Nanti setelah ini kita bisa perdalam lagi. Kami berharap program USAID dengan pemerintah Indonesia, khususnya di Jateng bisa segera terealisasi,” kata Taj Yasin.

Pihaknya pun menjelaskan, tahun 2021, capaian pemenuhan air minum di perkotaan mencapai 90,15 persen, sedangkan di pedesaan mencapai 83,42 persen. Sementara untuk pengelolaan sanitasi air limbah domestik mencapai 88,67 pada tahun 2021.

Tak hanya itu, wagub juga memaparkan untuk program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang saat ini tercatat 5.114 desa dari 8.559 desa.

Baca juga: Ganjar Tantang USAID untuk Ikut Dampingi Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Lebih jauh, dia meminta agar program peningkatan kapasitas masyarakat dan institusi pengelola air dapat dioptimalkan. Menurutnya, pemberian wawasan dan pemahaman mengenai akses air aman konsumsi sangat penting sebagai salah satu aspek penunjang kehidupan layak.

Di tempat yang sama, Kepala Tim IUWASH Tangguh Alifah Lestari menambahkan, pihaknya akan fokus bekerja pada peningkatan kapasitas masyarakat. Masyarakat, lanjutnya, akan dibekali dengan wawasan untuk menumbuhkan kesadaran agar mau mendapatkan akses air minum dan sanitasi yang aman.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER