BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau sekolah mengawasi penuh pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dia tak ingin mendengar adanya kejadian perpeloncoan dialami para siswa baru.
“Kita mau pengenalan, ya kenalkan terhadap situasi dan kondisi sekolah,” tegas Ganjar di rumah dinasnya, Senin (11/7/2022).
Hal itu, lanjut Ganjar jauh lebih penting daripada cara-cara lama dengan model ospek. Ganjar tidak ingin siswa baru menerima kekerasan atau semacamnya seperti yang pernah terjadi di masa lalu.
Baca juga: Ganjar Akui Banyak Siswa yang Bermasalah dengan Sistem Zonasi PPDB SMA/SMK
“Teriak, kekerasan, udah nggak jaman. Maka ini harus ditinggalkan,” tegasnya.
Menurutnya, di masa pengenalan ini, siswa baru perlu diberikan motivasi yang membangun semangat belajar, agar semangat belajarnya konstan terjaga bahkan ada keinginan atau motivasi untuk beprestasi.
“Siap-siap lebih kreatif lagi, mungkin merdeka belajar juga bisa diterapkan ke anak-anak yang sekolah menengah sehingga mereka punya pengalaman. Itu jauh lebih penting dibanding kalau kita bicara model galak-galakan kaya era zaman saya dulu,” tandasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Uswatun Khasanah, menambahkan, hingga kini pemenuhan kuota siswa masih berjalan. Saat ini sudah 99 persen terpenuhi dari total 217 ribuan kuota siswa.
“Sisanya hari ini sudah dikeluarkan surat edaran pemenuhan sekolah kepada pemangku wilayah,” kata Uswatun.
Baca juga: Ganjar Ungkap Masih Banyak Siswa Kurang Mampu yang Belum Dapat Sekolah di PPDB SMA/SMK
Imbauan juga disampaikan agar pemenuhan diprioritaskan bagi siswa dari keluarga tidak mampu.
“Sekolah yang tidak terpenuhi sedikit sekali sekitar 0,75 dan itu di pinggiran semuanya. Dalam waktu lima hari ke depan insyaallah semua nanti terpenuhi,” ujarnya.
Terkait MPLS, Uswatun juga telah mengimbau seluruh satuan pendidikan naungan Pemprov Jateng untuk tidak ada kegiatan perpeloncoan.
“Di dalamnya juga terintegrasi muatan antiradikalisme dan intoleransi. Jadi tidak ada dan kita imbau jangan ada yang aneh-aneh,” pungkas Uswatun.
Editor: Ahmad Muhlisin

